Selasa, 29 Juni 2010

Jangan Lagi Kirimi Mancanegara Pembantu

jumhur-hidayat BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pemerintah jangan lagi mengirim tenaga kerja untuk dijadikan pembantu rumah tangga ke mancanegara. Pengiriman selanjutnya berarti menjerumuskan warga negara ke dalam perbudakan modern.

Demikian diutarakan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat saat membuka Rapat Koordinasi Regional BNP2TKI Wilayah Timur 2010 di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tadi malam (Senin, 28/6/2010).

Keberadaan pembantu rumah tangga di mancanegara sulit dipantau sebab pembantu tinggal 24 jam dalam keluarga majikan. Pemerintah kerap gagal memberikan perlindungan kepada pembantu yang mendapat kekerasan dari majikan. ''Aturan tidak sampai ke sana,'' kata Jumhur.

Karena tinggal di rumah majikan, hubungan kerja antara pembantu dan majikan menjadi subjektif. Pembantu rentan terkena kekerasan fisik dan batin dari keluarga majikan. Tidak jarang pembantu tidak dibayar meskipun bekerja terus-menerus. ''Itu perbudakan modern,'' kata Jumhur.

Apabila masih mengirim tenaga kerja sebagai pembantu, lanjut Jumhur, pemerintah harus mengubah pola penempatannya. Pembantu jangan lagi tinggal di rumah majikan tetapi di asrama TKI terdekat. Waktu kerja bisa dibatasi misalnya 8 jam sehingga tercipta hubungan kerja profesional.

Selengkapnya - Jangan Lagi Kirimi Mancanegara Pembantu

Kamis, 17 Juni 2010

“Penganiayaan mendorong para pembantu mengakhiri hidup mereka”

Oleh:RIMA AL-MUKHTAR | ARAB NEWS, saudi arabia.

3.TKW DIRAMPAS DAN DIBUANG Jeddah: Pembantu rumah tangga mengklaim kekerasan dan penganiayaan adalah alasan utama mengapa banyak dari mereka mencoba untuk mengakhiri hidup mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir ada banyak laporan penganiayaan di media, termasuk kesaksian dari pelayan tentang gaji tak dibayar, pelecehan verbal atau fisik dan pembatasan pada gerakan mereka.

"Para pembantu rumah tangga tidak pernah memiliki niat untuk bunuh diri, tapi keadaan menempatkan mereka di tempat di mana mereka menghadapi jalan buntu," kata seorang perwira rekrutmen.

Pelayan yang dilecehkan secara fisik atau emosional tidak punya pilihan selain baik melarikan diri atau mencoba bunuh diri. Mereka pelayan diharapkan untuk bekerja sepanjang waktu, tidur hanya dua atau tiga jam semalam.

"Saya bekerja di sebuah rumah di mana majikan memberi kami makan satu kali makan sehari dan kemudian mengunci kulkas untuk memastikan kami tidak makan apa-apa lagi," kata Salma, seorang pembantu rumah tangga Indonesia.

Awal tahun ini, seorang pembantu mencoba gantung diri dari langit-langit. Lain mencoba minum deterjen untuk mengakhiri hidupnya. Namun lain melemparkan diri dari jendela gedung. Yang beruntung diselamatkan. Pelayan juga dipukuli atau dilecehkan secara seksual oleh sponsor mereka. Laporan Berita Arab diterbitkan pada 27 Feb bercerita tentang seorang pembantu Indonesia dibawa ke rumah sakit ketika dia jatuh dari lantai tiga gedung sponsor-nya.

Para dokter kemudian menemukan bahwa pelayan itu telah dipukuli dan disiksa dan menemukan bekas luka bakar dan cambukan di punggungnya. Mereka juga terdeteksi perdarahan internal dan cedera pada kepalanya.

"Para majikan itu perlu tahu bahwa kita sudah terhina dengan bekerja sebagai pembantu rumah," kata Tess, pembantu rumah tangga Filipina. "Dan kita tidak perlu lagi penghinaan yang mana pun menambah penderitaan kami. Kami bekerja untuk uang. Jika kita tidak membutuhkannya kita tidak akan meninggalkan keluarga dan teman-teman di tempat pertama. " (Di terjemahkan memakai Google translate dengan sedikit editing, Red.)

Salah satu comment dari pembaca Arab News:

Drew C.

Saya telah tinggal di Negara ini selama 18 tahun dan ketika aku mendengar pelayan non-muslim yang disiksa dan tidak dibayar ... saya memberi mereka uang diam-diam dan mengatur panggilan telepon ke keluarga mereka. Perilaku oleh Majikan Saudi menghancurkan hatiku. Saya memberitahu teman Saudi saya dan mereka berkata ... "Jangan turut campur urusan mereka, hal itu akan membuat Anda dalam kesulitan". Tapi aku manusia dan Allah memerintahkan saya untuk membantu.

Selengkapnya - “Penganiayaan mendorong para pembantu mengakhiri hidup mereka”

Arab News, Local Press: Torturing housemaids (Menyiksa Pembantu Rumah Tangga)

Oleh: Turki Al-Dakheel, kolumnis harian Al Eqtisadiah.

 

aldakheel Akankah kita mempertimbangkan pembantu rumah tangga untuk menjadi manusia? Atau dia hanya mesin seperti mesin cuci dan kulkas? Beberapa dari kami, karena kemalasan berlebihan dan jijik melakukan pekerjaan yang kita anggap mudah, tidak bisa tanpa pembantu rumah tangga, bahkan jika tidak ada anak-anak di rumah.
Para pembantu rumah tangga dalam hal ini akan digunakan sebagai sesuatu yang menyombongkan. Dia akan menyeret dirinya sendiri di belakang suami dan istri membawa tas belanjaan. Hal ini menjadi gambaran khas dari keluarga Saudi, baik besar atau kecil. Ostentatiousness adalah penyakit menggerogoti masyarakat kita. Tujuan utama dari mempekerjakan pembantu rumah tangga begitu istri dapat membanggakan memiliki pelayan yang membabi buta menaati perintahnya.
Para pembantu rumah tangga miskin mungkin tidak dibayar gajinya selama berbulan-bulan. paspor nya akan terkunci darinya. Dia akan dipaksa untuk tidur di kamar bahkan anjing akan malu dari. Dia terus mungkin kehilangan sesuatu yang berharga.
Apakah ini bukan kebrutalan menakutkan? Perlakuan buruk pembantu rumah tangga benar-benar terhadap hak asasi manusia dan norma-norma internasional.
Ini adalah praktek umum bahkan di kalangan keluarga Saudi kecil untuk tidak membiarkan pembantu rumah tangga untuk mengambil waktu untuk melakukan belanja mereka atau datang untuk urusan pribadi. Dia tidak akan diizinkan untuk mengambil libur hari mingguan, yang diberikan oleh sistem tenaga kerja di seluruh dunia.
Sebagian besar keluarga Saudi tidak akan mengizinkan pembantu rumah tangga mereka untuk menikmati liburan tahunan mereka. Mereka mungkin tinggal di rumah selama bertahun-tahun.
pembantu rumah tangga ini dapat bekerja di sebuah rumah yang dihuni oleh banyak orang. Setiap orang akan memberikan perintah, yang dia harus patuhi.
Mereka akan melihat dengan tidak hormat dan meminta dia untuk melakukan beberapa pekerjaan setiap saat di siang atau malam hari. Hal ini tentu saja merupakan tambahan pemukulan, pelecehan seksual dan kekerasan fisik. Keluarga melakukan hal ini sementara mengklaim menjadi Muslim yang baik, tampaknya sangat kuat untuk mengikuti ajaran-ajaran Islam!
Kami benar-benar hidup dalam pusaran tradisi kita anggap sebagai Islam, padahal sebenarnya mereka sudah ketinggalan jaman dan tidak manusiawi prinsip-prinsip yang kita tidak berani untuk kontes atau pertanyaan.
Surat kabar lokal baru-baru ini menerbitkan laporan tentang pembantu rumah tangga banyak melarikan diri karena penganiayaan, kekejaman dan penundaan pembayaran. Saya sangat percaya bahwa jika kita memperlakukan pembantu rumah tangga dengan martabat dan rasa hormat, mereka tidak akan melarikan diri dan tunduk pada banyak risiko. Para pembantu rumah tangga mengalami kesulitan hidup sendiri di negara kita, terutama ibu yang telah meninggalkan anak-anak mereka kembali ke rumah.
pembantu rumah tangga adalah seorang wanita alami. Dia harus menjadi bagian dari tatanan sosial dari keluarga yang bekerja. Dia adalah manusia dan bukan mesin. Aku menarik senegara saya yang adalah keturunan dari para sahabat Nabi (saw) bersikap baik kepada mereka dan memperlakukan mereka sesuai dengan ajaran Islam.
Apakah kita orang yang sangat kejam dengan pembantu rumah tangga, istri dan anak-anak? Apakah kita bersikap jujur pada etika gurun asli kita?. (diterjemahkan dari arabnews memakai google translate dengan sedikit editing. Red.)

Selengkapnya - Arab News, Local Press: Torturing housemaids (Menyiksa Pembantu Rumah Tangga)

3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia

human-wrists1 LSM Migrant Care mengeluarkan data tersebut, yang dikutip laporan perdagangan manusia terbaru oleh Deplu AS.

“Migrasi yang berlangsung di Indonesia itu adalah migrasi yang tidak aman, sehingga kenapa kemudian ‘trafficking’ itu hampir menjadi bagian integral dalam proses migrasi itu sendiri,” ujar Anies Hidayah.

Sebuah LSM perlindungan buruh migran, Migrant Care, menyebut tingginya jumlah kasus perdagangan manusia dengan modus pengiriman TKI ke luar negeri. Kini, menurut direktur eksekutif LSM tersebut, Anies Hidayah, terdapat tak kurang dari tiga juta warga pekerja Indonesia di Iuar negeri, yang merupakan korban perdagangan manusia.

Kebanyakan dari korban berasal dari Jawa, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.

Korban perdagangan manusia ini rawan terhadap eksploitasi, baik secara seksual maupun kerja paksa. Salah satu penyebabnya, menurut Anies, adalah kurangnya perlindungan yang diberikan pemerintah kepada calon tenaga kerja Indonesia, yang ingin bekerja ke luar negeri.

“Migrasi yang berlangsung di Indonesia itu adalah migrasi yang tidak aman, sehingga kenapa kemudian ‘trafficking’ itu hampir menjadi bagian integral dalam proses migrasi itu sendiri,” ujar Anies. “Mulai dari pemalsuan dokumen, pemalsuan identitas, umur kemudian akses informasi, yang tidak sampai ke basis calon buruh migran sampai minimnya perlindungan hukum dari negara.”

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat baru-baru ini meluncurkan laporan tahunan mengenai perdagangan manusia, yang mengutip data dari Migrant Care tersebut. Laporan Deplu AS tersebut menempatkan Indonesia dalam kategori ‘Tier 2′ (menengah).

Sebuah LSM terkemuka lain, yang tidak disebut namanya dalam laporan tersebut, menyebutkan bahwa jumlah perempuan pekerja domestik (PRT) asal Indonesia di Timur Tengah, mengalami perkosaan mengalami peningkatan.

Sedangkan menurut International Organization for Migration (IOM) perusahaan perekrutan tenaga kerja, baik legal maupun ilegal, bertanggung jawab atas lebih dari 50 persen perempuan pekerja Indonesia yang mengalami kondisi perdagangan manusia di negara tujuan.

Untuk itu, Anies Hidayah meminta pemerintah untuk segera memberikan perlindungan yang maksimal kepada calon tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri, maupun TKI yang sudah bekerja di luar negeri. Salah satunya, kata Anies, adalah dengan segera meratifikasi sebuah konvensi internasional mengenai perlindungan hak-hak semua pekerja migran dan anggota keluarganya atau Konvensi Migran 1990.

“(Dengan) ratifikasi konvensi, pemerintah Indonesia bisa membangun kerangka migrasi (dengan) perspektif HAM dan perburuhan dengan mengadopsi prinsip-prinsip internasional,” imbau Anies.

Sementara itu, Deputi Penanggulangan Kemiskinan dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Sudjana, mengatakan upaya memerangi perdagangan manusia, tidak semudah membalik telapak tangan, karena perdagangan orang memiliki sindikat dan sumber daya yang besar.

Menurut Sudjana, kemiskinan merupakan salah satu faktor penyebab tingginya kasus perdagangan orang. Untuk itu, pemerintah akan terus meningkatkan upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pendidikan serta perluasan lapangan kerja.

“Bantuan sosial seperti di PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri) itu menjadi itu hibah (yang) masuk ke masyarakat. Kegiatannya bisa (berupa) padat karya, bisa untuk berusaha, untuk dipakai pelatihan kemampuan. Ada banyak menu di sana,” jelas Sudjana.

Laporan Deplu AS tersebut memberikan rekomendasi bagi Indonesia, berupa revisi Undang-Undang Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri tahun 2004 dan reformasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), yang disebut dalam laporan, sebagai badan yang lemah. Fathiyah Wardah/Ade Astut/voa

Selengkapnya - 3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia

Perempuan Indonesia Dijadikan Budak Seks di Penang oleh orang Bangladesh.

ilustrasi-korban-seks Penang-Seorang WNI dijadikan budak seks oleh dua orang Bangladesh. Wanita malang itu akhirnya diselamatkan oleh Kantor Imigrasi setelah mereka menyerbu tempat penyekapan perempuan yang masuk Malaysia tanpa dokumen itu.

Abdul Rahman Hassan dari keimigrasian mengatakan bahwa wanita yang tidak disebutkan identitasnya itu dibebaskan di  Weld Quay sekitar pukul 10 pagi waktu setempat dan menemukan perempuan berusia 20-an dikurung dalam kamar.

Dua orang Bangladesh berusia 30-an yang ada di rumah itu dan kemudian ditahan juga masuk Malaysia tanpa dokumen. Perempuan itu saat ini dalam perawatan di RS Penang untuk pemeriksaan kesehatan.

Dikabarkan bahwa wanita itu oleh dua pria Bangladesh ditawarkan kepada para pria yang berminat. Sehari wanita malang Indonesia ini harus melayani beberapa pria. Jika tidak menurut maka ia akan dipukuli dan disiksa. Selama dua bulan diperkirakan wanita itu telah melayani ratusan pria. thestar
“We were acting on a tip-off obtained two weeks ago.” It is learnt that the Bangladeshis, in their 30s, had approached their friends and “offered” the woman to them for a price. She was required to have sex with several men daily or else she would be beaten.

catatan kaki:

Apalagi yg bisa kukatakan kepada bangsaku yang hina dina ini yg tidak mampu untuk melindungi dan mensejahterkan rakyatnya.
Selengkapnya - Perempuan Indonesia Dijadikan Budak Seks di Penang oleh orang Bangladesh.

Rabu, 02 Juni 2010

Riwayat Negeri Pembantu: TKW Indonesia di Saudi Capai 1 Juta Jiwa.

tkw Di Timur Tengah, citra Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, tetapi lebih dari itu, Indonesia lebih dikenal sebagai negeri para pembantu (baldah al-khaddamah).

Di Saudi Arabia, misalnya, jumlah pekerja Indonesia diperkirakan mencapai 1 juta jiwa, 90 persen dari total prosentase tersebut adalah pembantu rumah tangga, dan dari 90 persen jumlah itu, 98 persennya lagi adalah perempuan. Demikian dilansir surat kabar berbahasa Arab Arabianbusiness (31/5).

Itu baru di Saudi Arabia, belum lagi jumlah tenaga kerja Indonesia lainnya--yang mayoritas menjadi pembantu, sopir, tukang kebun, dan lain-lain--di negara-negara Arab Teluk lainnya, semisal Oman, Emirat, Bahrain, Qatar, dan Kuwait, mungkin bisa mencapai 4 juta jiwa lebih: angka yang telah memenuhi syarat untuk mendirikan sebuah negara (jumlah penduduk Kuwait saja hanya 2,3 juta, Lebanon 4,2 juta, dan Israel 7 juta jiwa).

Naifnya lagi, Indonesia tidak hanya mengekspor pembantu ke di negara-negara Arab kaya, tetapi juga ke negara-negara Arab miskin seperti Suriah, Yordan, Mesir, dan Sudan, yang notabenenya pendapatan perkapita negara-negara tersebut sama dengan Indonesia.

Kenyataan ini tentu terasa sangat memilukan dan menyedihkan. Karena itu, bangsa Indonesia sendirilah yang dituntut untuk bekerja dan berjuang lebih keras untuk memperbaiki citra dan nasibnya di hadapan bangsa-bangsa dunia lain. Setidaknya, agar tidak dipandang sebagai bangsa pembantu rendahan oleh bangsa-bangsa lain. (gb/as)

Selengkapnya - Riwayat Negeri Pembantu: TKW Indonesia di Saudi Capai 1 Juta Jiwa.

Masalah TKI Jadi Perhatian Obama.

 

obamareutersluar Washington - Sejumlah agenda dari kunjungan Wakil Menlu AS Maria Otero, akan menjadi bahan pembahasan kerjasama komprehensif Indonesia-AS ketika Presiden AS Barack Obama berkunjung pada 14 Juni 2010 mendatang. Salah satu yang menjadi perhatian pemerintahan Obama adalah masalah TKI.
Pengiriman TKI, terutama ke Timur Tengah, memang banyak masalah, mulai dari gaji tidak dibayar sampai penyiksaan. AS menilai hal ini sudah merupakan perdagangan manusia.
"Perdagangan manusia terjadi ketika para pembantu rumah tangga dari Indonesia yang bekerja di negara lain, gajinya tidak dibayar, paspornya diambil dan mereka bekerja seperti budak," kata Otero.
Hal itu disampaikan Otero dalam jumpa pers sebagaimana dilansir web Deplu AS edisi 24 Mei 2010.
Menurut Otero, pemerintahan Obama ingin membantu pemerintah Indonesia untuk mengatasi permasalahan TKI, agar tidak menjadi perdagangan manusia. "Kami ingin bekerja sama erat dengan Indonesia untuk mengatasi masalah ini," lanjutnya.
Selama kunjungan di Indonesia minggu lalu, Otero telah bertemu dengan sejumlah LSM yang menangani masalah TKI. Masukan dari mereka akan menjadi bahan untuk Deplu AS menyusun laporan mengenai kasus perdagangan manusia di berbagai negara.
"Menlu Hillary Clinton akan merilis laporan ini pada 14 Juni 2010 mendatang. Sehingga kita bisa membuat rencana aksi dengan Indonesia," kata Otero.

 

Sangat ironis sekali, bangsa non muslim lebih prihatin daripada bangsa asal mula islam.
Selengkapnya - Masalah TKI Jadi Perhatian Obama.

Kamis, 27 Mei 2010

Diperkosa dan Disiram Minyak Panas, TKW di Mekkah Lumpuh.

yoyon CIANJUR -- Berharap dapat mengubah status ekonomi keluarga, Tenaga Kerja Wanita Asal Cianjur, Jawa Barat, pulang dengan kondisi lumpuh.
Nurhayati bin Pudin (30), TKW asal Kampung Cijunjung, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Cianjur, lumpuh akibat melompat dari lantai tiga, saat hendak diperkosa majikannya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Nurhayati berangkat menjadi TKW tahun 2008, melalui PJTKI PT Johara Perdana Satu, yang beralamat di Jalan Jatinegara Timur 84 F, Jakarta Timur.
Perusahaan itu mengirimnya, ke Kota Mekkah, Saudi Arabia, sebagai pembantu rumah tangga. Namun baru satu pekan bekerja, Nurhayati mendapatkan perlakuan kasar dari isteri majikannya.
Berbagai siksaan acap kali dilakukan istri majikan


Quote of the Day:
Hurry! I never hurry. I have no time to hurry.
--Igor Stravinsky

terhadap dirinya. Tidak hanya tamnparan, ancaman dan disiram minyak mendidih, menjadi santapan sehari-hari.
Namun harapan untuk mengubah status ekonomi, membuat ia tetap bertahan. Bahkan ia tidak merasakan sakitnya siksaan yang diberikan istri majikannya itu.
Namun menginjak bulan keempat, sang majikan pria, berusaha memperkosanya. Ketika itu, ia tengah berada di lantai 3 rumah tersebut, ia sempat melawan dan mengacam akan melompat.
Sang majikan dengan nafsu bejatnya, terus berusaha memperkosanya, hingga akhirnya Nurhayati memilih melompat. Akibatnya, Nurhayati sempat koma dan kedua kaki Nurhayati mengalami lumpuh.
Sebelum dibawa pulang ke Cianjur, ia sempat dirawat selama 2,5 tahun tanpa sanak saudara di rumah sakit di Mekah. "Saya baru sadar kaki saya lumpuh, setelah sadar dari koma di rumah sakit di Mekah," katanya.
Derita tiada habisnya, saat pulang ke Cianjur, ia terpaksa menumpang di rumah pamannya Engkos, di Kampung Pasir Astana, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu karena rumahnya dijual suaminya yang kabur entah kemana.
Nurhayati saat ini hanya bisa tergolek lemas di rumah sang paman dan berharap mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.
Maman Kepala Desa Sindangraja, mengungkapkan, pihaknya akan berupaya membantu secara administrasi, terutama untuk keperluan pengurusan hak korban.
"Kami akan berusaha membantu Nurhayati. Kami akan berkoordinasi dengan aparat terkait mulai dari desa hingga ke kabupaten," katanya singkat. (*)

Di kira dengan keyakinan yang sama akan mendapatkan perlakuan yang berbeda, ga taunya serigala. ya para TKW adalah domba di kandang serigala.
Selengkapnya - Diperkosa dan Disiram Minyak Panas, TKW di Mekkah Lumpuh.

Ratusan TKW Melahirkan di Penjara Saudi. (dan yg tidak terhitung lagi ribuan anak haram yg lahir di tanah air)

bayi-tengkurap

TRIBUNNEWS.COM- Ironis memang kedengarannya. Tapi ini kenyataan karena terbukti banyak tenaga kerja wanita harus melahirkan di luar pernikahan. Bayi bayi tersebut kemudian ditampung di safe house atau di penjara Saudi.
Sebagian besar para TKW tersebut hamil akibat diperkosa para majikan di Arab Saudi atau sesama pekerja imigran dari negara Asia lainnya. Demikian Hendra Pramudya dari KBRI di Riyadh Arab Saudi mengungkapkan.
"Salah satu misi diplomatik sekarang adalah menyelesaikan kasus 56 bayi yang dilahirkan para TKW di luar pernikahan sebagian besar berada di safe house (penampungan) atau di berbagai penjara di Saudi," kata Pramudho yang dirilis Arab News.
Di tahun 2010 ini ada 159 bayi dilahirkan TKW Indonesia di Arab Saudi hasil perkosaan oleh sesama pekerja migran atau hubungan suka sama suka.
Hal yang memprihatinkan, terjadi tren peningkatan jumlah kasus pelecehan seksual dan bayi makin banyak dilahirkan dari hubungan di luar nikah. Anehnya, kebanyakan para pemerkosa tidak mendapat hukuman dengan alasan kurangnya bukti.
Dia mengimbau pihak berwenang kedua negara untuk bekerja sama dalam melindungi hak-hak para pekerja domestik, khususnya pembantu rumah tangga (PRT). Pramudyo membenarkan bahwa di Jakarta sudah didirikan tempat penampungan bayi-bayi TKW yang kembali ke Tanah Air.
Sedangkan sebuah organisasi sosial di Indonesia juga menyoroti masalah itu. “Secara tradisional, seks merupakan hal tabu. Sehingga banyak TKW yang bekerja di rumah tangga tidak memedulikan risiko kesehatan dan sosial dalam seks,” demikian laporan organisasi tersebut.
Lembaga ini menambahkan, banyak TKW gagal menghindari kehamilan tak diinginkan setelah mereka diperkosa.
Di Arab Saudi, banyak TKW yang tidak memiliki pilihan untuk menggugurkan kandungan. Dalam banyak kasus, TKW yang hamil bahkan ditangkap polisi dan dipenjara. Tak jarang mereka dideportasi sebelum si bayi dilahirkan, meskipun identitas pelaku perkosaan atau bapak si bayi diketahui.
Dalam kasus yang terjadi, belum lama ini, sebuah uji DNA dilakukan untuk membuktikan bahwa bayi seorang PRT asal Indonesia merupakan anak seorang pria Arab Saudi yang memperkosanya. Menurut PRT berusia 25 tahun itu, dia diperkosa anak majikannya, yang ketika itu berumur 17 tahun, pada tahun 2007.
Keluarga remaja tersebut dan Biro Investigasi dan Penuntutan (BIP) di Riyadh menolak tuduhan perempuan malang itu. Namun kasus ini dibuka kembali setelah pengadilan setuju mendengar kasusnya.
Laporan organisasi yang sama menyebut bahwa puluhan anak ditinggalkan oleh para pekerja migran di rumah-rumah penampungan di Jakarta dan sekitarnya setelah mereka pulang ke Indonesia. (surya)

Selengkapnya - Ratusan TKW Melahirkan di Penjara Saudi. (dan yg tidak terhitung lagi ribuan anak haram yg lahir di tanah air)

Minggu, 09 Mei 2010

Ancaman Saudi Stop TKW Hanya Gertak Sambal


Jakarta - Migrant Care menilai ancaman Arab Saudi untuk menghentikan pemakaian PRT asal Indonesia karena ongkros rekrutmen yang mahal, hanya gertak sambal saja.

"Itu gertakan sambal saja. Tidak mudah untuk menggantikan tenaga kerja kita di sana," kata Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo kepada detikcom, Minggu (9/5/2010). Saudi menyarankan pengusaha rekrutmen mengganti TKW dari Indonesia dengan TKW dari Vietnam, Thailand dan Kamboja.

Wahyu menyatakan, majikan di Arab Saudi lebih senang memakai pembantu dari Indonesia karena kedekatan agama. Selain itu pembantu Indonesia juga tidak macam-macam.

"Jadi warga di sana lebih senang memakai tenaga kerja kita," katanya.

Selain itu, lanjut Wahyu, negara-negara lain seperti India juga telah menetapkan standar upah untuk para pekerjanya. "Jadi sulit mereka untuk merealisasikan (menghentikan tak pakai TKW) itu. Saya minta pemerintah tidak gentar menghadapi ancaman itu," katanya.

Wahyu menjelaskan, ancaman itu adalah bentuk resistensi negara Arab Saudi. Karena telah banyak negara-negara dan juga lembaga internasional yang menyoroti masalah tenaga kerja di Arab Saudi.

"Besaran gaji pegawai kita hanya Rp 2,5 juta dan itu sudah sekitar 20 tahun tidak naik-naik," katanya. Pengusaha tenaga kerja dari Saudi menyatakan gaji pekerja domestik dari Indonesia rata-rata Rp 1,9 juta/bulan.

Mengenai masalah biaya rekrutmen TKI yang tinggi, Wahyu menilai, ini disebabkan adanya pihak penyalur yang mengambil keuntungan. Namun menurutnya hal ini bisa diatasi kalau memang sudah ada perjanjian antara Indonesia dan Arab Saudi.

"Selama ini MoU perlindungan TKI tidak pernah gol, padahal kalau ada MoU itu bisa saja biaya rekrutmen ikut dibahas," katanya.
Selengkapnya - Ancaman Saudi Stop TKW Hanya Gertak Sambal