BANDUNG (Pos Kota) - Keluarga Atin Suprihatin,27, TKW asal Derwati Kota Bandung, yang tewas dianiaya majikannya di Riyadh Arab Saudi, meminta supaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan untuk membantu memulangkan jasad Atin tersebut ke Indonesia.
Pihak keluarga sudah hampir dua bulan menunggu jasad Atin namun hingga kini belum juga dikirim. ” Tolong Pak SBY kembalikan segera jasad anak saya,” kata Karmini,62, ibu kandung korban, Sabtu.
Dia mengungkapkan, dengan belum pastinya kapan jenazah anaknya dapat dikirim ke Bandung membuat kelabakan keluarga . Tiga anak TKW yang masih kecil tiap malam terus menangis menyebut-nyebut emaknya yang hingga kini jasadnya belum diserahkan ke keluarga.
Bahkan, anak yang paling kecil, kata Karmini, Sabtu dini hari sempat kedatangan roh ibunya. Bocah usia 4 tahun langsung berteriak sambil memanggil ibunya.”Nek, mamah tadi ke sini. Dia minta tolong ingin pulang,” kata Karmini menirukan ucapan anak almarhumah yang bungsu.
Dengan adanya kejadian itu, ibu kandung korban, merasa yakin jika anaknya yang ditinggal kabur sang suami asal Cianjur sudah meninggal. ” Almarhumah minta supaya jasadnya dibawa ke Bandung dan dimakamkan di kampung halaman. Usaha sudah dilakukan tapi jasad itu terlalu sulit untuk dibawa pulanmg,” kata dia.
Dengan adanya kasus yang cukup berbelit untuk mendapatkan kembali jasad anaknya, Karmini, meminta supaya Presiden SBY atau KBRI di Riyadh supaya membantu mempermudah memulangkan jasad Atin.
” Kami hanya minta Pak SBY tolong bantu. Kami orang kecil dan miskin rasanya sangat sulit untuk mendapatkan jasad anak. Sudah dua bulan mengharapkan jasad anak,” ujar dia sambil menangis.
Atin Suprihatin, TKW asal Bandung, berangkat ke Riyadh tahun 2007 memalui PT Gapura Persada Nusantara. Baru 19 bulan bekerja, dua bulan lalu dikabarkan dia tewas lantaran dianiaya majikannya.
Jenazah Atin yang belum pernah menerima gaji, setelah dicek masih ada di kamar mayat RS Riyadh. Namun, pihak keluarga kebingungan meski sudah yasinan dua bulan, dan mempersipakan liang lahat, hingga kini jasad TKW itu sudah susah di bawa ke Bandung. (dono/B)
Pihak keluarga sudah hampir dua bulan menunggu jasad Atin namun hingga kini belum juga dikirim. ” Tolong Pak SBY kembalikan segera jasad anak saya,” kata Karmini,62, ibu kandung korban, Sabtu.
Dia mengungkapkan, dengan belum pastinya kapan jenazah anaknya dapat dikirim ke Bandung membuat kelabakan keluarga . Tiga anak TKW yang masih kecil tiap malam terus menangis menyebut-nyebut emaknya yang hingga kini jasadnya belum diserahkan ke keluarga.
Bahkan, anak yang paling kecil, kata Karmini, Sabtu dini hari sempat kedatangan roh ibunya. Bocah usia 4 tahun langsung berteriak sambil memanggil ibunya.”Nek, mamah tadi ke sini. Dia minta tolong ingin pulang,” kata Karmini menirukan ucapan anak almarhumah yang bungsu.
Dengan adanya kejadian itu, ibu kandung korban, merasa yakin jika anaknya yang ditinggal kabur sang suami asal Cianjur sudah meninggal. ” Almarhumah minta supaya jasadnya dibawa ke Bandung dan dimakamkan di kampung halaman. Usaha sudah dilakukan tapi jasad itu terlalu sulit untuk dibawa pulanmg,” kata dia.
Dengan adanya kasus yang cukup berbelit untuk mendapatkan kembali jasad anaknya, Karmini, meminta supaya Presiden SBY atau KBRI di Riyadh supaya membantu mempermudah memulangkan jasad Atin.
” Kami hanya minta Pak SBY tolong bantu. Kami orang kecil dan miskin rasanya sangat sulit untuk mendapatkan jasad anak. Sudah dua bulan mengharapkan jasad anak,” ujar dia sambil menangis.
Atin Suprihatin, TKW asal Bandung, berangkat ke Riyadh tahun 2007 memalui PT Gapura Persada Nusantara. Baru 19 bulan bekerja, dua bulan lalu dikabarkan dia tewas lantaran dianiaya majikannya.
Jenazah Atin yang belum pernah menerima gaji, setelah dicek masih ada di kamar mayat RS Riyadh. Namun, pihak keluarga kebingungan meski sudah yasinan dua bulan, dan mempersipakan liang lahat, hingga kini jasad TKW itu sudah susah di bawa ke Bandung. (dono/B)





0 comments:
Poskan Komentar