BANDUNG (Pos Kota) - Seorang TKW asal Indonesia yang bekerja di Ryadh, Arab Saudi, dikabarkan tewas dengan penuh luka bakar di tubuhnya. Korban Atin Suprihatin,34, warga Jalan Simpang Tiga, Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.
Hingga sore tadi pihak keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab korban terbakar. ” Kami belum tahu apakah Atin dibakar atau terbakar,” kata Karmini, ibu kandung korban, Kamis petang.
Karmini menjelaskan, kabar mengenai kematian anaknya yang menjadi TKW di Arab itu didapat dari PJTKI yang memberangkatkan anaknya 7 Juni 2009 . Isi surat tersebut, lanjut dia, hanya menyebutkan kalau anaknya sudah tewas dengan tubuh luka bakar. Surat itu sama sekali tak menjelaskan penyebab luka bakar yang diderita korban.
Karmini menyebutkan, berkaitan dengan hal itu, pihak keluarga meminta supaya jenazah Arin segera dikirim ke Indonesia. Bahkan, dia berharap pula Dubes Indonesia di Arab turut membantu pemulangan jenazah TKW yang bekerja di Arab sejak September 2007 ke tanah air jika benar sudah tewas.
DITASIKMALAYA
Di Tasikmlaya, Eem,23, TKW yang bekerja di Riyadh Arab Saudi, diduga disekap majikannya selama tujuh tahun.Meski TKW ini tak disiksa fisiknya, namun dipastikan korban mengalami depresi kepanjangan.
Kabar TKW ini disekap, kata orang tua korban didapat dari TKW asal Subang Jabar Narsih yang baru pulang. TKW Narsih memberikan kabar kalau Eem disekap majikan. ” Anak Saya minta bantuan supaya pemerintah Indonesia bisa memebaskannya dari penyekapan majikan,” kata Aat Hidayat, bapak korban kemarin.
Walikota Tasikmlaya Drs H Syarif Hidayat, mengaku terkejut mendengar kabar ada TKW asal daerahnya yang disekap di Arab. ” Kami asangat prihatin dan akan membantu orang tua dalam membebaskan TKW itu,” kata Walikota. (dono/B)
Hingga sore tadi pihak keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab korban terbakar. ” Kami belum tahu apakah Atin dibakar atau terbakar,” kata Karmini, ibu kandung korban, Kamis petang.
Karmini menjelaskan, kabar mengenai kematian anaknya yang menjadi TKW di Arab itu didapat dari PJTKI yang memberangkatkan anaknya 7 Juni 2009 . Isi surat tersebut, lanjut dia, hanya menyebutkan kalau anaknya sudah tewas dengan tubuh luka bakar. Surat itu sama sekali tak menjelaskan penyebab luka bakar yang diderita korban.
Karmini menyebutkan, berkaitan dengan hal itu, pihak keluarga meminta supaya jenazah Arin segera dikirim ke Indonesia. Bahkan, dia berharap pula Dubes Indonesia di Arab turut membantu pemulangan jenazah TKW yang bekerja di Arab sejak September 2007 ke tanah air jika benar sudah tewas.
DITASIKMALAYA
Di Tasikmlaya, Eem,23, TKW yang bekerja di Riyadh Arab Saudi, diduga disekap majikannya selama tujuh tahun.Meski TKW ini tak disiksa fisiknya, namun dipastikan korban mengalami depresi kepanjangan.
Kabar TKW ini disekap, kata orang tua korban didapat dari TKW asal Subang Jabar Narsih yang baru pulang. TKW Narsih memberikan kabar kalau Eem disekap majikan. ” Anak Saya minta bantuan supaya pemerintah Indonesia bisa memebaskannya dari penyekapan majikan,” kata Aat Hidayat, bapak korban kemarin.
Walikota Tasikmlaya Drs H Syarif Hidayat, mengaku terkejut mendengar kabar ada TKW asal daerahnya yang disekap di Arab. ” Kami asangat prihatin dan akan membantu orang tua dalam membebaskan TKW itu,” kata Walikota. (dono/B)





0 comments:
Poskan Komentar