Jumat, 18 Desember 2009

TKW Asal Brebes Disiksa di Arab Saudi

Kasus penyiksaan kembali dialami tenaga kerja wanita (TKW) asal Brebes, Jawa Tengah. Kejadian kali ini menimpa Nurkhasanah (25), TKW asal Dukuh Lancip RT 03 RW 01 Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes.

BREBES - Kasus penyiksaan kembali dialami tenaga kerja wanita (TKW) asal Brebes, Jawa Tengah. Kejadian kali ini menimpa Nurkhasanah (25), TKW asal Dukuh Lancip RT 03 RW 01 Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes.

Korban yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Riyad, Arab Saudi, itu disiksa majikannya Ny Saad Al Rojih dengan menyeterika beberapa bagian tubuhnya. Luka bekas seterikaan itu masih membekas jelas di wajah, kedua tangan, dan punggung korban.

Selain diseterika, putri pertama pasangan Sukhaemi (43) dan Roidah (40), itu selama hampir tujuh tahun kehilangan kontak dengan keluarga. Bahkan, gadis tamatan MTs Losari ini selama tujuh tahun tidak digaji. Korban berhasil keluar dari rumah majikannya saat rumah sepi dalam kondisi sepi. Korban tiba di Brebes menumpang travel pada Kamis (3/12/2009).

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Brebes Nursalim menuturkan, korban hampir setiap hari mendapat penyiksaan fisik dari majikannya. Penyiksaan fisik, mulai dari tubuh diseterika hingga dipukul dengan gagang sapu.

"Hampir setiap hari korban mengalami kekekrasan fisik," kata Nursalim.

Menurut dia, Nurkhasanah berangkat ke Arab Saudi pada 2002 melalui PJTKI PT Sapta Saguna yang beralamat di Tebet, Jakarta Selatan. Tidak jelas berapa nilai gaji sesuai kontrak kerja yang diterima korban. Namun selama tujuh tahun bekerja, korban tidak mendapat gaji. Korban hanya mendapat uang pesangon sebesar 200 riyal atau setara sekitar Rp400 ribu.

Selain itu, selama tujuh tahun korban juga tidak pernah pulang. Bahkan pihak keluarga kesulitan menghubungi korban.


"Pihak agensi di Arab Saudi setiap kali dihubungi keluarga hanya bilang keadaan korban baik-baik saja, tapi tiba-tiba tadi pagi korban pulang dalam kondisi tubuh dan wajah penuh bekas luka siksaan," paparnya.

0 comments: