TUBAN, KOMPAS.com- Kematian Lailatul Fitriyah (22), warga Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di Arab Saudi pada 11 November 2009 lalu masih menyisakan misteri bagi keluarga.
Kematian anak pasangan Suratin dan Muspiatun itu diterima keluarga dari salah seorang teman korban yang sama-sama menjadi TKW di Arab Saudi. Menurut teman korban, kematian Lailatul penuh kejanggalan.
Akhirnya, keluarga Lailatul mengecek kebenaran kabar kematian Lailatul ke PJTKI PT Jasmindo Olah Bakat Jakarta yang memberangkatka Lailatul. Saat itulah keluarga baru yakin Lailatul benar-benar meninggal di Arab Saudi. Berdasarkan surat dari PJTKI, kematian Lailatul disebabkan penyakit jantung, paru-paru, dan flu burung.
Keluarga tidak yakin atas jawaban itu, karena semasa hidup tidak ada riwayat medis menderita penyakit jantung. Berdasarkan visum yang ditulis dalam bahasa Arab dan setelah diterjemahkan, keluarganya baru tahu kalau Lailatul meninggal akibat minum cairan yang mengandung api. Cairan itu menyebabkan fungsi jantung terhenti dan akhirnya Lailatul meninggal.
Paman korban, Rosdi, menyatakan, pihak keluarga sempat menanyakan penyebab pasti kematian korban ke PJTKI, namun tidak ada tanggapan pasti. Keluarga juga menanyakan terkatung-katungnya jenazah korban hampir tiga bulan.
Mereka berharap pihak terkait mengungkap penyebab pasti kematian korban. "Masak meninggal 11 November lalu baru dikirim sekarang," kata Rusdi.





0 comments:
Poskan Komentar