Rabu, 17 Maret 2010

TKI Asal Sukabumi Tewas Disiksa Majikan di Arab Saudi

SUKABUMI--Penyiksaan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI), kembali terjadi, kini menimpa warga Kampung Ciputat Hilir RT 20/RW 04, Desa Puncak Manggis, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Supiani (37) yang meninggal dunia akibat disiksa oleh majikannya di Riyadh, Arab Saudi.Informasi yang diperoleh ANTARA, Rabu, menyebutkan, kabar tentang kematian korban Supiani sempat membuat histeris keluarga korban. Apalagi, sebelum meninggal dunia korban kerap mendapatkan penyiksaan oleh keluarga majikannya, Salim Abdul Rahman.

Anak laki-laki dari pasangan Ajudin dan Sakroyah itu berangkat ke Riyadh untuk bekerja sebagai sopir di keluarga Salim Abdul Rahman itu sejak delapan bulan yang lalu melalui Perusahaan Jasa Tenega Kerja Indonesia (PJTKI) PT Bajri Putra Mandiri di Jalan Bungur Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.

Korban yang telah dikarunia dua anak itu, sempat berbaring sakit dan ingin secepatnya dipulangkan. Namun adik majikannya, Ibrahim tidak bersedia memulangkan dengan alasan kontrak kerjanya belum selesai karena korban dikontrak kerja selama dua tahun.
Adik korban, Eli (30), mengatakan, kepastian kematian korban diterima oleh keluarga dari rekan-rekan korban sesama sopir di Arab Saudi.

"Mereka mengatakan korban seringkali sakit karena jarang diberi makan. Karena kondisi yang sakit, kerja supiani menjadi tidak maksimal dan kerap mendapatkan siksaan dari adik majikannya, Ibrahim," katanya.

Para rekan korban baru mengetahui Supiani meninggal ketika di kamar korban tercium bau tak sedap dan di kediaman majikannya terdapat ambulance serta mobil polisi setempat pada Minggu (14/3) lalu."Namun, kami baru memperoleh kabar kematiannya pada Selasa (16/3) lalu. Jerit tangis keluarga tak terbendung mendengar kabar tersebut," katanya.

Keluarga meminta jasad korban segera dipulangkan ke kediamannya karena hingga Rabu siang belum ada keterangan dari PJTKI, bahkan keluarga majikan tak bisa dihubungi.
"Pihak PJTKI tak merespon ketika keluarga menceritakan kondisi korban saat-saat terakhir hidupnya," katanya.

Eli menambahkan, pihaknya sangat menyesalkan pihak terkait dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmgrasi (Disnaketrans) Kabupaten Sukabumi tidak segera membantunya, padahal masalah itu sudah diinformasikan sebelumnya.





Powered by ScribeFire.

0 comments: