<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439</id><updated>2012-05-16T14:51:17.268+03:00</updated><title type='text'>TKW...Berat bahu memikul lebih berat mata memandang</title><subtitle type='html'>TKW
Pahlawan Tanda .... Bangsa Miskin.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>100</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-7266092668854149027</id><published>2010-06-29T05:02:00.001+03:00</published><updated>2010-06-29T05:02:49.549+03:00</updated><title type='text'>Jangan Lagi Kirimi Mancanegara Pembantu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TClUPrXUVcI/AAAAAAAAAbY/pwnCHh_Sytc/s1600-h/jumhur-hidayat%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="jumhur-hidayat" border="0" alt="jumhur-hidayat" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TClUSDGNqzI/AAAAAAAAAbc/EnEp6YZQ8Yk/jumhur-hidayat_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="254" height="254" /&gt;&lt;/a&gt; BALIKPAPAN, KOMPAS.com -&lt;/strong&gt; Pemerintah jangan lagi mengirim tenaga kerja untuk dijadikan pembantu rumah tangga ke mancanegara. Pengiriman selanjutnya berarti menjerumuskan warga negara ke dalam perbudakan modern.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Demikian diutarakan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat saat membuka Rapat Koordinasi Regional BNP2TKI Wilayah Timur 2010 di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tadi malam (Senin, 28/6/2010).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Keberadaan pembantu rumah tangga di mancanegara sulit dipantau sebab pembantu tinggal 24 jam dalam keluarga majikan. Pemerintah kerap gagal memberikan perlindungan kepada pembantu yang mendapat kekerasan dari majikan. ''Aturan tidak sampai ke sana,'' kata Jumhur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Karena tinggal di rumah majikan, hubungan kerja antara pembantu dan majikan menjadi subjektif. Pembantu rentan terkena kekerasan fisik dan batin dari keluarga majikan. Tidak jarang pembantu tidak dibayar meskipun bekerja terus-menerus. ''Itu perbudakan modern,'' kata Jumhur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apabila masih mengirim tenaga kerja sebagai pembantu, lanjut Jumhur, pemerintah harus mengubah pola penempatannya. Pembantu jangan lagi tinggal di rumah majikan tetapi di asrama TKI terdekat. Waktu kerja bisa dibatasi misalnya 8 jam sehingga tercipta hubungan kerja profesional.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-7266092668854149027?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/7266092668854149027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=7266092668854149027' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/7266092668854149027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/7266092668854149027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/06/jangan-lagi-kirimi-mancanegara-pembantu.html' title='Jangan Lagi Kirimi Mancanegara Pembantu'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TClUSDGNqzI/AAAAAAAAAbc/EnEp6YZQ8Yk/s72-c/jumhur-hidayat_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-2956943998037304771</id><published>2010-06-17T10:03:00.001+03:00</published><updated>2010-06-17T10:03:09.991+03:00</updated><title type='text'>“Penganiayaan mendorong para pembantu  mengakhiri hidup mereka”</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh:RIMA AL-MUKHTAR | ARAB NEWS, saudi arabia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBnIpMcwA_I/AAAAAAAAAa4/ns-jxp9R2YI/s1600-h/3.TKW%20DIRAMPAS%20DAN%20DIBUANG%5B15%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="3.TKW DIRAMPAS DAN DIBUANG" border="0" alt="3.TKW DIRAMPAS DAN DIBUANG" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBnIqyAQKdI/AAAAAAAAAa8/WeERTS49OHg/3.TKW%20DIRAMPAS%20DAN%20DIBUANG_thumb%5B13%5D.jpg?imgmax=800" width="356" height="237" /&gt;&lt;/a&gt; Jeddah&lt;/strong&gt;: Pembantu rumah tangga mengklaim kekerasan dan penganiayaan adalah alasan utama mengapa banyak dari mereka mencoba untuk mengakhiri hidup mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam beberapa tahun terakhir ada banyak laporan penganiayaan di media, termasuk kesaksian dari pelayan tentang gaji tak dibayar, pelecehan verbal atau fisik dan pembatasan pada gerakan mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Para pembantu rumah tangga tidak pernah memiliki niat untuk bunuh diri, tapi keadaan menempatkan mereka di tempat di mana mereka menghadapi jalan buntu,&amp;quot; kata seorang perwira rekrutmen. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pelayan yang dilecehkan secara fisik atau emosional tidak punya pilihan selain baik melarikan diri atau mencoba bunuh diri. Mereka pelayan diharapkan untuk bekerja sepanjang waktu, tidur hanya dua atau tiga jam semalam. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Saya bekerja di sebuah rumah di mana majikan memberi kami makan satu kali makan sehari dan kemudian mengunci kulkas untuk memastikan kami tidak makan apa-apa lagi,&amp;quot; kata Salma, seorang pembantu rumah tangga Indonesia. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Awal tahun ini, seorang pembantu mencoba gantung diri dari langit-langit. Lain mencoba minum deterjen untuk mengakhiri hidupnya. Namun lain melemparkan diri dari jendela gedung. Yang beruntung diselamatkan. Pelayan juga dipukuli atau dilecehkan secara seksual oleh sponsor mereka. Laporan Berita Arab diterbitkan pada 27 Feb bercerita tentang seorang pembantu Indonesia dibawa ke rumah sakit ketika dia jatuh dari lantai tiga gedung sponsor-nya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Para dokter kemudian menemukan bahwa pelayan itu telah dipukuli dan disiksa dan menemukan bekas luka bakar dan cambukan di punggungnya. Mereka juga terdeteksi perdarahan internal dan cedera pada kepalanya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Para majikan itu perlu tahu bahwa kita sudah terhina dengan bekerja sebagai pembantu rumah,&amp;quot; kata Tess, pembantu rumah tangga Filipina. &amp;quot;Dan kita tidak perlu lagi penghinaan yang mana pun menambah penderitaan kami. Kami bekerja untuk uang. Jika kita tidak membutuhkannya kita tidak akan meninggalkan keluarga dan teman-teman di tempat pertama. &amp;quot; (Di terjemahkan memakai Google translate dengan sedikit editing, Red.)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salah satu comment dari pembaca Arab News:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Drew C. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya telah tinggal di Negara ini selama 18 tahun dan ketika aku mendengar pelayan non-muslim yang disiksa dan tidak dibayar ... saya memberi mereka uang diam-diam dan mengatur panggilan telepon ke keluarga mereka. Perilaku oleh Majikan Saudi menghancurkan hatiku. Saya memberitahu teman Saudi saya dan mereka berkata ... &amp;quot;Jangan turut campur urusan mereka, hal itu akan membuat Anda dalam kesulitan&amp;quot;. Tapi aku manusia dan Allah memerintahkan saya untuk membantu.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-2956943998037304771?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/2956943998037304771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=2956943998037304771' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/2956943998037304771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/2956943998037304771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/06/penganiayaan-mendorong-para-pembantu.html' title='“Penganiayaan mendorong para pembantu  mengakhiri hidup mereka”'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBnIqyAQKdI/AAAAAAAAAa8/WeERTS49OHg/s72-c/3.TKW%20DIRAMPAS%20DAN%20DIBUANG_thumb%5B13%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-4249060435865488801</id><published>2010-06-17T09:21:00.000+03:00</published><updated>2010-06-17T09:22:21.802+03:00</updated><title type='text'>Arab News, Local Press: Torturing housemaids (Menyiksa Pembantu Rumah Tangga)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh: Turki Al-Dakheel, kolumnis harian Al Eqtisadiah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBm_DRo3P7I/AAAAAAAAAaw/Gr7Zl8VkL-Q/s1600-h/aldakheel%5B9%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 4px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="aldakheel" border="0" alt="aldakheel" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBm_HOuGxgI/AAAAAAAAAa0/qmIO2zzKtH8/aldakheel_thumb%5B7%5D.jpg?imgmax=800" width="204" height="204" /&gt;&lt;/a&gt; Akankah kita mempertimbangkan pembantu rumah tangga untuk menjadi manusia? Atau dia hanya mesin seperti mesin cuci dan kulkas? Beberapa dari kami, karena kemalasan berlebihan dan jijik melakukan pekerjaan yang kita anggap mudah, tidak bisa tanpa pembantu rumah tangga, bahkan jika tidak ada anak-anak di rumah.     &lt;br /&gt;Para pembantu rumah tangga dalam hal ini akan digunakan sebagai sesuatu yang menyombongkan. Dia akan menyeret dirinya sendiri di belakang suami dan istri membawa tas belanjaan. Hal ini menjadi gambaran khas dari keluarga Saudi, baik besar atau kecil. &lt;strong&gt;&lt;font color="#ff0000" size="3"&gt;Ostentatiousness&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; adalah penyakit menggerogoti masyarakat kita. Tujuan utama dari mempekerjakan pembantu rumah tangga begitu istri dapat membanggakan memiliki pelayan yang membabi buta menaati perintahnya.     &lt;br /&gt;Para pembantu rumah tangga miskin mungkin tidak dibayar gajinya selama berbulan-bulan. paspor nya akan terkunci darinya. Dia akan dipaksa untuk tidur di kamar bahkan anjing akan malu dari. Dia terus mungkin kehilangan sesuatu yang berharga.     &lt;br /&gt;Apakah ini bukan kebrutalan menakutkan? Perlakuan buruk pembantu rumah tangga benar-benar terhadap hak asasi manusia dan norma-norma internasional.     &lt;br /&gt;Ini adalah praktek umum bahkan di kalangan keluarga Saudi kecil untuk tidak membiarkan pembantu rumah tangga untuk mengambil waktu untuk melakukan belanja mereka atau datang untuk urusan pribadi. Dia tidak akan diizinkan untuk mengambil libur hari mingguan, yang diberikan oleh sistem tenaga kerja di seluruh dunia.     &lt;br /&gt;Sebagian besar keluarga Saudi tidak akan mengizinkan pembantu rumah tangga mereka untuk menikmati liburan tahunan mereka. Mereka mungkin tinggal di rumah selama bertahun-tahun.     &lt;br /&gt;pembantu rumah tangga ini dapat bekerja di sebuah rumah yang dihuni oleh banyak orang. Setiap orang akan memberikan perintah, yang dia harus patuhi.     &lt;br /&gt;Mereka akan melihat dengan tidak hormat dan meminta dia untuk melakukan beberapa pekerjaan setiap saat di siang atau malam hari. Hal ini tentu saja merupakan tambahan pemukulan, pelecehan seksual dan kekerasan fisik. Keluarga melakukan hal ini sementara mengklaim menjadi Muslim yang baik, tampaknya sangat kuat untuk mengikuti ajaran-ajaran Islam!     &lt;br /&gt;Kami benar-benar hidup dalam pusaran tradisi kita anggap sebagai Islam, padahal sebenarnya mereka sudah ketinggalan jaman dan tidak manusiawi prinsip-prinsip yang kita tidak berani untuk kontes atau pertanyaan.     &lt;br /&gt;Surat kabar lokal baru-baru ini menerbitkan laporan tentang pembantu rumah tangga banyak melarikan diri karena penganiayaan, kekejaman dan penundaan pembayaran. Saya sangat percaya bahwa jika kita memperlakukan pembantu rumah tangga dengan martabat dan rasa hormat, mereka tidak akan melarikan diri dan tunduk pada banyak risiko. Para pembantu rumah tangga mengalami kesulitan hidup sendiri di negara kita, terutama ibu yang telah meninggalkan anak-anak mereka kembali ke rumah.     &lt;br /&gt;pembantu rumah tangga adalah seorang wanita alami. Dia harus menjadi bagian dari tatanan sosial dari keluarga yang bekerja. Dia adalah manusia dan bukan mesin. Aku menarik senegara saya yang adalah keturunan dari para sahabat Nabi (saw) bersikap baik kepada mereka dan memperlakukan mereka sesuai dengan ajaran Islam.     &lt;br /&gt;Apakah kita orang yang sangat kejam dengan pembantu rumah tangga, istri dan anak-anak? Apakah kita bersikap jujur pada etika gurun asli kita?. (diterjemahkan dari arabnews memakai google translate dengan sedikit editing. Red.)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-4249060435865488801?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/4249060435865488801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=4249060435865488801' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/4249060435865488801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/4249060435865488801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/06/arab-news-local-press-torturing.html' title='Arab News, Local Press: Torturing housemaids (Menyiksa Pembantu Rumah Tangga)'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBm_HOuGxgI/AAAAAAAAAa0/qmIO2zzKtH8/s72-c/aldakheel_thumb%5B7%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-2572393540078926551</id><published>2010-06-17T06:24:00.000+03:00</published><updated>2010-06-17T06:26:00.402+03:00</updated><title type='text'>3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBmVsJPqpiI/AAAAAAAAAao/ehUUYdfHgsQ/s1600-h/human-wrists1%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 0px 0px 10px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="human-wrists1" border="0" alt="human-wrists1" align="right" src="http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBmVxVPJ6WI/AAAAAAAAAas/CQVkn7p7bkY/human-wrists1_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="194" height="197" /&gt;&lt;/a&gt; LSM Migrant Care mengeluarkan data tersebut, yang dikutip laporan perdagangan manusia terbaru oleh Deplu AS. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Migrasi yang berlangsung di Indonesia itu adalah migrasi yang tidak aman, sehingga kenapa kemudian ‘trafficking’ itu hampir menjadi bagian integral dalam proses migrasi itu sendiri,” ujar Anies Hidayah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebuah LSM perlindungan buruh migran, Migrant Care, menyebut tingginya jumlah kasus perdagangan manusia dengan modus pengiriman TKI ke luar negeri. Kini, menurut direktur eksekutif LSM tersebut, Anies Hidayah, terdapat tak kurang dari tiga juta warga pekerja Indonesia di Iuar negeri, yang merupakan korban perdagangan manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kebanyakan dari korban berasal dari Jawa, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Korban perdagangan manusia ini rawan terhadap eksploitasi, baik secara seksual maupun kerja paksa. Salah satu penyebabnya, menurut Anies, adalah kurangnya perlindungan yang diberikan pemerintah kepada calon tenaga kerja Indonesia, yang ingin bekerja ke luar negeri. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Migrasi yang berlangsung di Indonesia itu adalah migrasi yang tidak aman, sehingga kenapa kemudian ‘trafficking’ itu hampir menjadi bagian integral dalam proses migrasi itu sendiri,” ujar Anies. “Mulai dari pemalsuan dokumen, pemalsuan identitas, umur kemudian akses informasi, yang tidak sampai ke basis calon buruh migran sampai minimnya perlindungan hukum dari negara.” &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Departemen Luar Negeri Amerika Serikat baru-baru ini meluncurkan laporan tahunan mengenai perdagangan manusia, yang mengutip data dari Migrant Care tersebut. Laporan Deplu AS tersebut menempatkan Indonesia dalam kategori ‘Tier 2′ (menengah). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebuah LSM terkemuka lain, yang tidak disebut namanya dalam laporan tersebut, menyebutkan bahwa jumlah perempuan pekerja domestik (PRT) asal Indonesia di Timur Tengah, mengalami perkosaan mengalami peningkatan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedangkan menurut International Organization for Migration (IOM) perusahaan perekrutan tenaga kerja, baik legal maupun ilegal, bertanggung jawab atas lebih dari 50 persen perempuan pekerja Indonesia yang mengalami kondisi perdagangan manusia di negara tujuan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk itu, Anies Hidayah meminta pemerintah untuk segera memberikan perlindungan yang maksimal kepada calon tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri, maupun TKI yang sudah bekerja di luar negeri. Salah satunya, kata Anies, adalah dengan segera meratifikasi sebuah konvensi internasional mengenai perlindungan hak-hak semua pekerja migran dan anggota keluarganya atau Konvensi Migran 1990. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“(Dengan) ratifikasi konvensi, pemerintah Indonesia bisa membangun kerangka migrasi (dengan) perspektif HAM dan perburuhan dengan mengadopsi prinsip-prinsip internasional,” imbau Anies. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sementara itu, Deputi Penanggulangan Kemiskinan dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Sudjana, mengatakan upaya memerangi perdagangan manusia, tidak semudah membalik telapak tangan, karena perdagangan orang memiliki sindikat dan sumber daya yang besar. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut Sudjana, kemiskinan merupakan salah satu faktor penyebab tingginya kasus perdagangan orang. Untuk itu, pemerintah akan terus meningkatkan upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pendidikan serta perluasan lapangan kerja. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Bantuan sosial seperti di PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri) itu menjadi itu hibah (yang) masuk ke masyarakat. Kegiatannya bisa (berupa) padat karya, bisa untuk berusaha, untuk dipakai pelatihan kemampuan. Ada banyak menu di sana,” jelas Sudjana. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Laporan Deplu AS tersebut memberikan rekomendasi bagi Indonesia, berupa revisi Undang-Undang Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri tahun 2004 dan reformasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), yang disebut dalam laporan, sebagai badan yang lemah. Fathiyah Wardah/Ade Astut/voa&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-2572393540078926551?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/2572393540078926551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=2572393540078926551' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/2572393540078926551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/2572393540078926551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/06/3-juta-tki-korban-perdagangan-manusia.html' title='3 Juta TKI Korban Perdagangan Manusia'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBmVxVPJ6WI/AAAAAAAAAas/CQVkn7p7bkY/s72-c/human-wrists1_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-7122881953351083006</id><published>2010-06-17T06:01:00.001+03:00</published><updated>2010-06-17T06:01:57.939+03:00</updated><title type='text'>Perempuan Indonesia Dijadikan Budak Seks di Penang oleh orang Bangladesh.</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBmQDs71htI/AAAAAAAAAag/PnhRlj7Utk4/s1600-h/ilustrasi-korban-seks%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="ilustrasi-korban-seks" border="0" alt="ilustrasi-korban-seks" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBmQFTH18VI/AAAAAAAAAak/BTUogLiG0o0/ilustrasi-korban-seks_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="240" height="181" /&gt;&lt;/a&gt; Penang-Seorang WNI dijadikan budak seks oleh dua orang Bangladesh. Wanita malang itu akhirnya diselamatkan oleh Kantor Imigrasi setelah mereka menyerbu tempat penyekapan perempuan yang masuk Malaysia tanpa dokumen itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Abdul Rahman Hassan dari keimigrasian mengatakan bahwa wanita yang tidak disebutkan identitasnya itu dibebaskan di&amp;#160; Weld Quay sekitar pukul 10 pagi waktu setempat dan menemukan perempuan berusia 20-an dikurung dalam kamar. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dua orang Bangladesh berusia 30-an yang ada di rumah itu dan kemudian ditahan juga masuk Malaysia tanpa dokumen. Perempuan itu saat ini dalam perawatan di RS Penang untuk pemeriksaan kesehatan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dikabarkan bahwa wanita itu oleh dua pria Bangladesh ditawarkan kepada para pria yang berminat. Sehari wanita malang Indonesia ini harus melayani beberapa pria. Jika tidak menurut maka ia akan dipukuli dan disiksa. Selama dua bulan diperkirakan wanita itu telah melayani ratusan pria. thestar   &lt;br /&gt;“We were acting on a tip-off obtained two weeks ago.” It is learnt that the Bangladeshis, in their 30s, had approached their friends and “offered” the woman to them for a price. She was required to have sex with several men daily or else she would be beaten.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;catatan kaki:&lt;/p&gt;  &lt;table border="1" bordercolor="#008000" bordercolorlight="#ffffff" bordercolordark="#ffffff" width="100%" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;Apalagi yg bisa kukatakan kepada bangsaku yang hina dina ini yg tidak mampu untuk melindungi dan mensejahterkan rakyatnya.&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-7122881953351083006?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/7122881953351083006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=7122881953351083006' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/7122881953351083006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/7122881953351083006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/06/perempuan-indonesia-dijadikan-budak.html' title='Perempuan Indonesia Dijadikan Budak Seks di Penang oleh orang Bangladesh.'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TBmQFTH18VI/AAAAAAAAAak/BTUogLiG0o0/s72-c/ilustrasi-korban-seks_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-8050206057252320211</id><published>2010-06-02T14:02:00.001+03:00</published><updated>2010-06-02T14:02:56.906+03:00</updated><title type='text'>Riwayat Negeri Pembantu: TKW Indonesia di Saudi Capai 1 Juta Jiwa.</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TAY6WI9yacI/AAAAAAAAAaM/IinP67XYdKw/s1600-h/tkw%5B10%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="tkw" border="0" alt="tkw" align="right" src="http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TAY6XH5YjsI/AAAAAAAAAaQ/bScGXBIn7ZE/tkw_thumb%5B8%5D.jpg?imgmax=800" width="266" height="229" /&gt;&lt;/a&gt; Di Timur Tengah, citra Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, tetapi lebih dari itu, Indonesia lebih dikenal sebagai negeri para pembantu (&lt;em&gt;baldah al-khaddamah&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di Saudi Arabia, misalnya, jumlah pekerja Indonesia diperkirakan mencapai 1 juta jiwa, 90 persen dari total prosentase tersebut adalah pembantu rumah tangga, dan dari 90 persen jumlah itu, 98 persennya lagi adalah perempuan. Demikian dilansir surat kabar berbahasa Arab Arabianbusiness (31/5).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Itu baru di Saudi Arabia, belum lagi jumlah tenaga kerja Indonesia lainnya--yang mayoritas menjadi pembantu, sopir, tukang kebun, dan lain-lain--di negara-negara Arab Teluk lainnya, semisal Oman, Emirat, Bahrain, Qatar, dan Kuwait, mungkin bisa mencapai 4 juta jiwa lebih: angka yang telah memenuhi syarat untuk mendirikan sebuah negara (jumlah penduduk Kuwait saja hanya 2,3 juta, Lebanon 4,2 juta, dan Israel 7 juta jiwa).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Naifnya lagi, Indonesia tidak hanya mengekspor pembantu ke di negara-negara Arab kaya, tetapi juga ke negara-negara Arab miskin seperti Suriah, Yordan, Mesir, dan Sudan, yang notabenenya pendapatan perkapita negara-negara tersebut sama dengan Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kenyataan ini tentu terasa sangat memilukan dan menyedihkan. Karena itu, bangsa Indonesia sendirilah yang dituntut untuk bekerja dan berjuang lebih keras untuk memperbaiki citra dan nasibnya di hadapan bangsa-bangsa dunia lain. Setidaknya, agar tidak dipandang sebagai bangsa pembantu rendahan oleh bangsa-bangsa lain. (gb/as)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-8050206057252320211?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/8050206057252320211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=8050206057252320211' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/8050206057252320211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/8050206057252320211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/06/riwayat-negeri-pembantu-tkw-indonesia.html' title='Riwayat Negeri Pembantu: TKW Indonesia di Saudi Capai 1 Juta Jiwa.'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TAY6XH5YjsI/AAAAAAAAAaQ/bScGXBIn7ZE/s72-c/tkw_thumb%5B8%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-7243634127126828785</id><published>2010-06-02T13:26:00.001+03:00</published><updated>2010-06-02T13:26:20.521+03:00</updated><title type='text'>Masalah TKI Jadi Perhatian Obama.</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TAYxyKGLU4I/AAAAAAAAAaE/h6o-zfCdpUQ/s1600-h/obamareutersluar%5B12%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="obamareutersluar" border="0" alt="obamareutersluar" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TAYxy1SRlQI/AAAAAAAAAaI/2ZsgepYFWYI/obamareutersluar_thumb%5B10%5D.jpg?imgmax=800" width="200" height="200" /&gt;&lt;/a&gt; Washington&lt;/strong&gt; - Sejumlah agenda dari kunjungan Wakil Menlu AS Maria Otero, akan menjadi bahan pembahasan kerjasama komprehensif Indonesia-AS ketika Presiden AS Barack Obama berkunjung pada 14 Juni 2010 mendatang. Salah satu yang menjadi perhatian pemerintahan Obama adalah masalah TKI.    &lt;br /&gt;Pengiriman TKI, terutama ke Timur Tengah, memang banyak masalah, mulai dari gaji tidak dibayar sampai penyiksaan. AS menilai hal ini sudah merupakan perdagangan manusia.    &lt;br /&gt;&amp;quot;Perdagangan manusia terjadi ketika para pembantu rumah tangga dari Indonesia yang bekerja di negara lain, gajinya tidak dibayar, paspornya diambil dan mereka bekerja seperti budak,&amp;quot; kata Otero.    &lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Otero dalam jumpa pers sebagaimana dilansir web Deplu AS edisi 24 Mei 2010.    &lt;br /&gt;Menurut Otero, pemerintahan Obama ingin membantu pemerintah Indonesia untuk mengatasi permasalahan TKI, agar tidak menjadi perdagangan manusia. &amp;quot;Kami ingin bekerja sama erat dengan Indonesia untuk mengatasi masalah ini,&amp;quot; lanjutnya.    &lt;br /&gt;Selama kunjungan di Indonesia minggu lalu, Otero telah bertemu dengan sejumlah LSM yang menangani masalah TKI. Masukan dari mereka akan menjadi bahan untuk Deplu AS menyusun laporan mengenai kasus perdagangan manusia di berbagai negara.    &lt;br /&gt;&amp;quot;Menlu Hillary Clinton akan merilis laporan ini pada 14 Juni 2010 mendatang. Sehingga kita bisa membuat rencana aksi dengan Indonesia,&amp;quot; kata Otero.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;table border="1" bordercolor="#000000" bordercolorlight="#ffffff" bordercolordark="#ffffff" width="100%" bgcolor="#000000"&gt;&lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;Sangat ironis sekali, bangsa non muslim lebih prihatin daripada bangsa asal mula islam&lt;/font&gt;.&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-7243634127126828785?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/7243634127126828785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=7243634127126828785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/7243634127126828785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/7243634127126828785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/06/masalah-tki-jadi-perhatian-obama.html' title='Masalah TKI Jadi Perhatian Obama.'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/TAYxy1SRlQI/AAAAAAAAAaI/2ZsgepYFWYI/s72-c/obamareutersluar_thumb%5B10%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-1409169912152293960</id><published>2010-05-27T05:59:00.000+03:00</published><updated>2010-05-27T06:06:20.427+03:00</updated><title type='text'>Diperkosa dan Disiram Minyak Panas, TKW di Mekkah Lumpuh.</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S_3hfZuFdqI/AAAAAAAAAZ8/nNRJszDKds8/s1600-h/yoyon%5B31%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="yoyon" border="0" alt="yoyon" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S_3hpjL3VuI/AAAAAAAAAaA/BXQSxtppuMc/yoyon_thumb%5B29%5D.jpg?imgmax=800" width="174" height="264" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; CIANJUR -- &lt;/b&gt;Berharap dapat mengubah status ekonomi keluarga, Tenaga Kerja Wanita Asal Cianjur, Jawa Barat, pulang dengan kondisi lumpuh.    &lt;br /&gt;Nurhayati bin Pudin (30), TKW asal Kampung Cijunjung, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Cianjur, lumpuh akibat melompat dari lantai tiga, saat hendak diperkosa majikannya.    &lt;br /&gt;Informasi yang dihimpun menyebutkan, Nurhayati berangkat menjadi TKW tahun 2008, melalui PJTKI PT Johara Perdana Satu, yang beralamat di Jalan Jatinegara Timur 84 F, Jakarta Timur.    &lt;br /&gt;Perusahaan itu mengirimnya, ke Kota Mekkah, Saudi Arabia, sebagai pembantu rumah tangga. Namun baru satu pekan bekerja, Nurhayati mendapatkan perlakuan kasar dari isteri majikannya.    &lt;br /&gt;Berbagai siksaan acap kali dilakukan istri majikan &lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;Quote of the Day:  &lt;br /&gt;Hurry! I never hurry. I have no time to hurry.  &lt;br /&gt;--Igor Stravinsky  &lt;br /&gt;  &lt;p&gt;terhadap dirinya. Tidak hanya tamnparan, ancaman dan disiram minyak mendidih, menjadi santapan sehari-hari.   &lt;br /&gt;Namun harapan untuk mengubah status ekonomi, membuat ia tetap bertahan. Bahkan ia tidak merasakan sakitnya siksaan yang diberikan istri majikannya itu.    &lt;br /&gt;Namun menginjak bulan keempat, sang majikan pria, berusaha memperkosanya. Ketika itu, ia tengah berada di lantai 3 rumah tersebut, ia sempat melawan dan mengacam akan melompat.    &lt;br /&gt;Sang majikan dengan nafsu bejatnya, terus berusaha memperkosanya, hingga akhirnya Nurhayati memilih melompat. Akibatnya, Nurhayati sempat koma dan kedua kaki Nurhayati mengalami lumpuh.    &lt;br /&gt;Sebelum dibawa pulang ke Cianjur, ia sempat dirawat selama 2,5 tahun tanpa sanak saudara di rumah sakit di Mekah. &amp;quot;Saya baru sadar kaki saya lumpuh, setelah sadar dari koma di rumah sakit di Mekah,&amp;quot; katanya.    &lt;br /&gt;Derita tiada habisnya, saat pulang ke Cianjur, ia terpaksa menumpang di rumah pamannya Engkos, di Kampung Pasir Astana, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu karena rumahnya dijual suaminya yang kabur entah kemana.    &lt;br /&gt;Nurhayati saat ini hanya bisa tergolek lemas di rumah sang paman dan berharap mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.    &lt;br /&gt;Maman Kepala Desa Sindangraja, mengungkapkan, pihaknya akan berupaya membantu secara administrasi, terutama untuk keperluan pengurusan hak korban.    &lt;br /&gt;&amp;quot;Kami akan berusaha membantu Nurhayati. Kami akan berkoordinasi dengan aparat terkait mulai dari desa hingga ke kabupaten,&amp;quot; katanya singkat. (*)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table border="0" cellspacing="0" cellpadding="2" width="516"&gt;&lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="514"&gt;Di kira dengan keyakinan yang sama akan mendapatkan perlakuan yang berbeda, ga taunya serigala. ya para TKW adalah domba di kandang serigala.&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-1409169912152293960?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/1409169912152293960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=1409169912152293960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/1409169912152293960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/1409169912152293960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/05/diperkosa-dan-disiram-minyak-panas-tkw.html' title='Diperkosa dan Disiram Minyak Panas, TKW di Mekkah Lumpuh.'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S_3hpjL3VuI/AAAAAAAAAaA/BXQSxtppuMc/s72-c/yoyon_thumb%5B29%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-3435841686379182346</id><published>2010-05-27T05:24:00.000+03:00</published><updated>2010-05-27T05:25:18.188+03:00</updated><title type='text'>Ratusan TKW Melahirkan di Penjara Saudi. (dan yg tidak terhitung lagi ribuan anak haram yg lahir di tanah air)</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S_3YBLVqxaI/AAAAAAAAAZ0/ekBdIVzcwxc/s1600-h/bayi-tengkurap%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="bayi-tengkurap" border="0" alt="bayi-tengkurap" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S_3YDCm1YbI/AAAAAAAAAZ4/YFywlG_b_i8/bayi-tengkurap_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" width="244" height="193" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt; TRIBUNNEWS.COM- &lt;/b&gt;Ironis memang kedengarannya. Tapi ini kenyataan karena terbukti banyak tenaga kerja wanita harus melahirkan di luar pernikahan. Bayi bayi tersebut kemudian ditampung di safe house atau di penjara Saudi.    &lt;br /&gt;Sebagian besar para TKW tersebut hamil akibat diperkosa para majikan di Arab Saudi atau sesama pekerja imigran dari negara Asia lainnya. Demikian Hendra Pramudya dari KBRI di Riyadh Arab Saudi mengungkapkan.    &lt;br /&gt;&amp;quot;Salah satu misi diplomatik sekarang adalah menyelesaikan kasus 56 bayi yang dilahirkan para TKW di luar pernikahan sebagian besar berada di safe house (penampungan) atau di berbagai penjara di Saudi,&amp;quot; kata Pramudho yang dirilis Arab News.    &lt;br /&gt;Di tahun 2010 ini ada 159 bayi dilahirkan TKW Indonesia di Arab Saudi hasil perkosaan oleh sesama pekerja migran atau hubungan suka sama suka.    &lt;br /&gt;Hal yang memprihatinkan, terjadi tren peningkatan jumlah kasus pelecehan seksual dan bayi makin banyak dilahirkan dari hubungan di luar nikah. Anehnya, kebanyakan para pemerkosa tidak mendapat hukuman dengan alasan kurangnya bukti.    &lt;br /&gt;Dia mengimbau pihak berwenang kedua negara untuk bekerja sama dalam melindungi hak-hak para pekerja domestik, khususnya pembantu rumah tangga (PRT). Pramudyo membenarkan bahwa di Jakarta sudah didirikan tempat penampungan bayi-bayi TKW yang kembali ke Tanah Air.    &lt;br /&gt;Sedangkan sebuah organisasi sosial di Indonesia juga menyoroti masalah itu. “Secara tradisional, seks merupakan hal tabu. Sehingga banyak TKW yang bekerja di rumah tangga tidak memedulikan risiko kesehatan dan sosial dalam seks,” demikian laporan organisasi tersebut.    &lt;br /&gt;Lembaga ini menambahkan, banyak TKW gagal menghindari kehamilan tak diinginkan setelah mereka diperkosa.    &lt;br /&gt;Di Arab Saudi, banyak TKW yang tidak memiliki pilihan untuk menggugurkan kandungan. Dalam banyak kasus, TKW yang hamil bahkan ditangkap polisi dan dipenjara. Tak jarang mereka dideportasi sebelum si bayi dilahirkan, meskipun identitas pelaku perkosaan atau bapak si bayi diketahui.    &lt;br /&gt;Dalam kasus yang terjadi, belum lama ini, sebuah uji DNA dilakukan untuk membuktikan bahwa bayi seorang PRT asal Indonesia merupakan anak seorang pria Arab Saudi yang memperkosanya. Menurut PRT berusia 25 tahun itu, dia diperkosa anak majikannya, yang ketika itu berumur 17 tahun, pada tahun 2007.    &lt;br /&gt;Keluarga remaja tersebut dan Biro Investigasi dan Penuntutan (BIP) di Riyadh menolak tuduhan perempuan malang itu. Namun kasus ini dibuka kembali setelah pengadilan setuju mendengar kasusnya.    &lt;br /&gt;Laporan organisasi yang sama menyebut bahwa puluhan anak ditinggalkan oleh para pekerja migran di rumah-rumah penampungan di Jakarta dan sekitarnya setelah mereka pulang ke Indonesia. (surya)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-3435841686379182346?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/3435841686379182346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=3435841686379182346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/3435841686379182346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/3435841686379182346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/05/ratusan-tkw-melahirkan-di-penjara-saudi.html' title='Ratusan TKW Melahirkan di Penjara Saudi. (dan yg tidak terhitung lagi ribuan anak haram yg lahir di tanah air)'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S_3YDCm1YbI/AAAAAAAAAZ4/YFywlG_b_i8/s72-c/bayi-tengkurap_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-7706644263324713217</id><published>2010-05-09T19:35:00.001+03:00</published><updated>2010-05-09T19:36:48.643+03:00</updated><title type='text'>Ancaman Saudi Stop TKW Hanya Gertak Sambal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S-bklyYvJ4I/AAAAAAAAAZo/UxoPD2WS4H4/s1600/jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 285px; height: 205px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S-bklyYvJ4I/AAAAAAAAAZo/UxoPD2WS4H4/s320/jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469310135319865218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; -  Migrant Care menilai ancaman Arab Saudi untuk menghentikan pemakaian  PRT asal Indonesia karena ongkros rekrutmen yang mahal, hanya gertak  sambal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu gertakan sambal saja. Tidak mudah untuk  menggantikan tenaga kerja kita di sana," kata Analis Kebijakan Migrant  Care Wahyu Susilo kepada detikcom, Minggu (9/5/2010). Saudi menyarankan  pengusaha rekrutmen mengganti TKW dari Indonesia dengan TKW dari  Vietnam, Thailand dan Kamboja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu menyatakan, majikan di Arab  Saudi lebih senang memakai pembantu dari Indonesia karena kedekatan  agama. Selain itu pembantu Indonesia juga tidak macam-macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi  warga di sana lebih senang memakai tenaga kerja kita," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  itu, lanjut Wahyu, negara-negara lain seperti India juga telah  menetapkan standar upah untuk para pekerjanya. "Jadi sulit mereka untuk  merealisasikan (menghentikan tak pakai TKW) itu. Saya minta pemerintah  tidak gentar menghadapi ancaman itu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu  menjelaskan, ancaman itu adalah bentuk resistensi negara Arab Saudi.  Karena telah banyak negara-negara dan juga lembaga internasional yang  menyoroti masalah tenaga kerja di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Besaran gaji  pegawai kita hanya Rp 2,5 juta dan itu sudah sekitar 20 tahun tidak  naik-naik," katanya.  Pengusaha tenaga kerja dari Saudi menyatakan gaji  pekerja domestik dari Indonesia rata-rata Rp 1,9 juta/bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai  masalah biaya rekrutmen TKI yang tinggi, Wahyu menilai, ini disebabkan  adanya pihak penyalur yang mengambil keuntungan. Namun menurutnya hal  ini bisa diatasi kalau memang sudah ada perjanjian antara Indonesia dan  Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini MoU perlindungan TKI tidak pernah gol,  padahal kalau ada MoU itu bisa saja biaya rekrutmen ikut dibahas,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-7706644263324713217?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/7706644263324713217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=7706644263324713217' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/7706644263324713217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/7706644263324713217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/05/ancaman-saudi-stop-tkw-hanya-gertak.html' title='Ancaman Saudi Stop TKW Hanya Gertak Sambal'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S-bklyYvJ4I/AAAAAAAAAZo/UxoPD2WS4H4/s72-c/jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-1389667288542651969</id><published>2010-05-09T19:34:00.001+03:00</published><updated>2010-05-09T19:35:28.193+03:00</updated><title type='text'>DPR: Ancaman Arab Saudi Stop Pengiriman TKI Sepihak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S-bkR82Y8fI/AAAAAAAAAZg/ec3MiDuggYg/s1600/jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 285px; height: 205px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S-bkR82Y8fI/AAAAAAAAAZg/ec3MiDuggYg/s320/jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469309794531209714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; -  Komisi IX DPR menyebut rencana Arab Saudi menghentikan rekrutmen tenaga  kerja dari Indonesia (TKI) sebagai langkah sepihak. Selama ini justru  banyak TKI yang dirugikan oleh majikan Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arab Saudi  nggak bisa sepihak," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairil  Mahfidz mengomentari rencana Arab Saudi menghentikan pengiriman TKI,  Minggu (9/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irgan meminta Arab Saudi tidak benar-benar  merealisasikan rencana penghentian pengiriman TKI itu. Sebab penghentian  pengiriman TKI itu akan terkait juga dengan nasib jutaan TKI yang kini  bekerja di negara Timur Tengah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus menghitung  keberadaan 1,6 juta TKI kita di Saudi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Arab  Saudi menghentikan rekrutmen TKI karena mahalnya biaya untuk merekrut  seorang TKI, menurut Irgan tidaklah tepat. Justru selama ini para TKI  tidak mendapatkan upah yang layak. "Bertahun-tahun mereka tidak  mengalami gaji dan tidak sesuai upah minimum," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa  Saudi yang memiliki kedekatan sesama negara Islam upahnya jauh dari  tenaga kerja yang lain," imbuh politisi PPP ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irgan  menyarankan, agar pemerintah segera melakukan dialog dan berbicara  dengan pemerintah Arab Saudi agar mengurungkan rencana penghentian  rekrutmen TKI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah harus segera berdialog dengan  Saudi," katanya.&lt;br /&gt;  &lt;b&gt; (Rez/did)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-1389667288542651969?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/1389667288542651969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=1389667288542651969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/1389667288542651969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/1389667288542651969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/05/dpr-ancaman-arab-saudi-stop-pengiriman.html' title='DPR: Ancaman Arab Saudi Stop Pengiriman TKI Sepihak'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S-bkR82Y8fI/AAAAAAAAAZg/ec3MiDuggYg/s72-c/jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-8511672446230864793</id><published>2010-05-09T19:32:00.001+03:00</published><updated>2010-05-09T19:34:04.662+03:00</updated><title type='text'>Arab Saudi Stop TKW dari Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S-bj9Cvz-ZI/AAAAAAAAAZY/mAyzq_YV7QY/s1600/jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 285px; height: 205px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S-bj9Cvz-ZI/AAAAAAAAAZY/mAyzq_YV7QY/s320/jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469309435336980882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Riyadh&lt;/strong&gt; -  Pemerintah Arab Saudi menghentikan memperkerjakan tenaga kerja domestik  dari Indonesia setelah Saudi enggan menaikkan ongkos rekrutmen TKW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan  ini diambil setelah perusahaan perekrut tenaga kerja Saudi kalah dalam  negosiasi gaji dengan perusahaan perekrut TKI dari Indonesia, seperti  dilansir dari menafn.com mengutip Arab News, Minggu (9/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  gantinya, agen disarankan merekrut buruh dari negara-negara lain  seperti Vietnam, Thailand dan Kamboja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biaya perekrutan  membengkak 300 persen. Dari yang tadinya hanya SR 2.800 (sekitar Rp 6,9  juta) menjadi SR 7.500 (Rp 18,5 juta). Ini terjadi dalam jangka waktu  tiga tahun. Dan sebagian besar dari permintaan peningkatan gaji itu  tidak memiliki alasan yang jelas," tutur seorang pengusaha rekrutmen  tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perusahaan perekrutan juga telah  menolak permintaan kenaikan gaji sebesar&lt;br /&gt;SR 375 (Rp 929 ribu) yang  diajukan pemerintah Indonesia di bulan April. Mereka mengklaim, total  biaya untuk merekrut satu TKI mencapai SR 9.000 (Rp 22,3 juta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  satu investor di perusahaan perekrut TKI Jamas Al-Mofavaz menuturkan  jumlah pekerja Indonesia di sana berkisar dari 1,2 juta hingga 1,5 juta  jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Warga Saudi harus membayar sedikitnya SR 2.500 (Rp 6,1  juta) untuk satu TKI," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia juga menambahkan  bila 2 tahun lalu gaji bulanan TKI telah naik&lt;br /&gt;dari SR 600 (Rp 1,48  juta) menjadi SR 800 (Rp 1,9 juta).  &lt;b&gt; (dip/nrl)&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;!-- &lt;div class="adtxtbottom02"&gt;   &lt;a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank"&gt;Sent from Indosat BlackBerry powered by &lt;img src="http://us.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-8511672446230864793?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/8511672446230864793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=8511672446230864793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/8511672446230864793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/8511672446230864793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/05/arab-saudi-stop-tkw-dari-indonesia.html' title='Arab Saudi Stop TKW dari Indonesia'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S-bj9Cvz-ZI/AAAAAAAAAZY/mAyzq_YV7QY/s72-c/jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-794014693177724844</id><published>2010-04-28T18:05:00.001+03:00</published><updated>2010-04-28T18:08:18.405+03:00</updated><title type='text'>TKW Madiun Diperlakukan Tak Baik di Arab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S9hPVMKzNlI/AAAAAAAAAZQ/KsI3z6Up0ro/s1600/145909p.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S9hPVMKzNlI/AAAAAAAAAZQ/KsI3z6Up0ro/s320/145909p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465205373276468818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Seorang tenaga kerja wanita (TKW), Susianti (25), warga Desa Bodag,  Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, diperlakukan tidak baik  oleh majikannya selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab  Saudi.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Selama dua tahun bekerja di Arab saudi, istri saya mengaku  diperlakukan tidak baik oleh majikannya yang bernama Sofia Soleh Seid  Gahtoni dan Kholid Musabbab Abdul Rohman Gahtoni," ujar suami Susianti,  Bejo (32), Rabu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia, perlakuan tidak baik tersebut  diungkapkan Susianti lewat telepon kepadanya, dan hal itu juga jarang  dilakukan karena selalu dilarang majikannya untuk menelepon ke Tanah  Air.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bentuk perlakuan tidak baik yang dilaporkan istrinya adalah  disekap atau dikunci sendirian di rumah majikan jika majikannya keluar  rumah. Selain itu, selama dua tahun bekerja, Susianti belum pernah  digaji oleh majikannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Kami tidak pernah menerima kiriman gaji  dari Arab. Selama lebih dari dua tahun, Susianti seingat saya hanya  pernah menelepon sebanyak empat kali. Itu pun dilakukan dengan  sembunyi-sembunyi dan pinjam telepon genggam temannya sesama TKW ketika  kebetulan mereka bertemu," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia mengatakan kontrak kerja  istrinya sebenarnya sudah habis empat bulan lalu setelah bekerja selama  dua tahun di Kota Abha, Arab Saudi sejak 13 Desember 2007.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Susianti  diberangkatkan oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT  Sabrina Pramitha yang berkantor di Jakarta Timur.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia,  pihak keluarga sebenarnya sudah pernah melaporkan kasus ini ke Dinas  Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Madiun, namun  hingga kini belum ditindaklanjuti.  "Kami sudah dua kali kami melapor  secara tertulis ke Disnakertrans setempat, namun sampai sekarang tidak  ada tindak lanjut," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pihak PJTKI juga sudah berusaha  menghubungi korban di Arab Saudi dengan keluarga, namun selalu kesulitan  karena akses komunikasi yang ditutup oleh pihak majikan. "Saya berharap  pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja setempat membantu menyelesaikan  kasus anak kami dan segera dipulangkan," kata ayah Susianti, Kasimun  (48).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kini, keluarga hanya berharap pemerintah membantu menangani  perlakuan yang dialami Susianti, apalagi Susianti hingga saat ini belum  diperbolehkan pulang oleh majikannya, meski kontraknya telah usai.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-794014693177724844?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/794014693177724844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=794014693177724844' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/794014693177724844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/794014693177724844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/04/tkw-madiun-diperlakukan-tak-baik-di.html' title='TKW Madiun Diperlakukan Tak Baik di Arab'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S9hPVMKzNlI/AAAAAAAAAZQ/KsI3z6Up0ro/s72-c/145909p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-3576929185402698858</id><published>2010-04-18T18:12:00.001+03:00</published><updated>2010-04-18T18:12:37.505+03:00</updated><title type='text'>Perusahaan Penyalur TKI Distandardisasi</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;h5 align='justify'&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img src='http://lh5.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S8shUNPBMqI/AAAAAAAAAZM/JnCqJEkdPGs/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800'/&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Kementerian Tenaga Kerja dan  Transmigrasi (Kemenakertrans) akan mulai melakukan standardisasi  perusahaan penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS).&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Langkah itu dilakukan untuk menjamin mutu pengiriman tenaga kerja  Indonesia (TKI) ke luar negeri.&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar  mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan konsultan independen untuk  mengaudit kapasitas, kemampuan rekrutmen, dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Mantan Wakil Ketua DPR ini menyatakan, selama ini tidak ada standar mutu yang diakui bersama seluruh PPTKIS sehingga pelayanan minimum yang  dijalankan PPTKIS pun mengecewakan.&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;“Jika perusahaan itu tidak menyesuaikan dengan standar mutu yang kita  berikan, perusahaan itu bisa gugur,” tegas Muhaimin seusai  penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pelaksana Kegiatan  Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) di Gedung Kemenakertrans,  Jakarta, Selasa (13/4/2010).&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Kepala Bidang Kelembagaan dan Penempatan Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kemenakertrans Nyoman Darmanto  mengungkapkan, pihaknya sudah menggandeng pihak ketiga untuk melakukan  pemetaan terhadap PPTKIS.&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Dari pemetaan ini akan diketahui PPTKIS yang berkualitas dan tidak.  Menurut dia, PPTKIS akan dibagi-bagi dalam beberapa zona yakni zona  merah, kuning, dan hijau. ”PPTKIS yang masuk zona berbahaya akan  dimasukkan dalam program pembinaan,” tegasnya.&lt;br/&gt;&lt;b&gt;(Neneng  Zubaidah/Koran SI/ded)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class='zemanta-pixie'&gt;&lt;img src='http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=c28c1868-745b-8260-91d1-1a7f1d7ec7f9' alt='' class='zemanta-pixie-img'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class='scribefire-powered'&gt;Powered by &lt;a href='http://www.scribefire.com/'&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-3576929185402698858?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/3576929185402698858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=3576929185402698858' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/3576929185402698858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/3576929185402698858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/04/perusahaan-penyalur-tki-distandardisasi.html' title='Perusahaan Penyalur TKI Distandardisasi'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S8shUNPBMqI/AAAAAAAAAZM/JnCqJEkdPGs/s72-c/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-107555722583559575</id><published>2010-04-07T18:17:00.001+03:00</published><updated>2010-04-07T18:22:42.215+03:00</updated><title type='text'>3 Negara Belum Miliki Nota Kesepahaman MoU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S7yjOSOpxhI/AAAAAAAAAZE/KCCs9FuDduI/s1600/tki.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S7yjOSOpxhI/AAAAAAAAAZE/KCCs9FuDduI/s320/tki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457416314272990738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(194, 30, 8);font-family:Georgia,Arial;" &gt;Penampatan  Tenaga Kerja Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih ada tiga negara penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang  belum memiliki nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan  Indonesia tentang perluasan pasar kerja dan perlindungannya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketiga negara itu adalah Singapura, Hong Kong dan Arab Saudi, kata  Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi A. Muhaimin Iskandar, Rabu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Singapura dan Hongkong, tidak memiliki MoU dengan Indonesia, kata  Muhaimin, karena kedua negara itu ada peraturan tentang tenaga kerja  asing, sedangkan dengan Arab Saudi karena negara ini tidak meratifikasi  Konvensi International Labour Organization.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, lanjutnya, Indonesia baru melakukan MoU tentang perluasan  pasar kerja dan perlindungan TKI dengan sembilan Negara penempatan.  Yaitu dengan Malaysia, Korea Selatan, Yordania, Kuwait, Taiwan, Uni  Emirat Arab, Australia, Qatar dan Jepang. Saat ini juga dirancang  dirancang MoU antara pemerintah Indonesia dengan Brunei Darussalam,  Syria dan Lybia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BUKA PINTU&lt;br /&gt;Menakertrans juga telah menandatangani MoU dengan Pengurus Besar  Nahdlatul Ulama dalam kerjasama peningkatan kualitas sumber daya manusia  diseluruh tanah air.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muhaimin membuka pintu dengan memberikan peluang kepada warga Nu di  seluruh daerah untuk mengawasi dan melatih calon Tenaga Kerja Indonesia  (TKI) yang akan ditempatkan ke luar negeri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Warga NU harus dapat menjaga warganya yang akan berangkat bekerja ke  luar negeri agar TKI mengerti hak dan kewajibannya, siap mental dan  memiliki ketrampilan khusus,” kata Menakertrans ketika memberikan  ceramah tentang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di Asrama Haji,  diarena Muktamar NU ke 32 di Makassar, Rabu (24/3). (tri/ir)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-107555722583559575?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/107555722583559575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=107555722583559575' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/107555722583559575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/107555722583559575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/04/3-negara-belum-miliki-nota-kesepahaman.html' title='3 Negara Belum Miliki Nota Kesepahaman MoU'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S7yjOSOpxhI/AAAAAAAAAZE/KCCs9FuDduI/s72-c/tki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-1988197462116053752</id><published>2010-04-07T18:14:00.002+03:00</published><updated>2010-04-07T18:17:18.027+03:00</updated><title type='text'>Qatar Butuh Banyak Perawat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S7yh7ImamPI/AAAAAAAAAY8/E7d7JCXCHwE/s1600/tkw_idul-fitri_di-kbri_singapura130190.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S7yh7ImamPI/AAAAAAAAAY8/E7d7JCXCHwE/s320/tkw_idul-fitri_di-kbri_singapura130190.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457414885759162610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Qatar butuhkan banyak tenaga perawat, konstruksi dan pertambangan.  Peluang tenaga kerja sektor formal ini sedang diperjuangkan Menakertrans  Muhaimin Iskandar yang sejak 5 April 2010 mengunjungi empat negara di  kawasan Timur Tengah. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muhaimin mengungkapkan, pihaknya sudah berbicara dengan Menteri  Perburuhan  dan Sosial Sultan bin Hassan Al Dhabett Al Dossary serta  Menteri Kesehatan Qatar Sheikha Ghalia. Mereka menginginkan Indonesia  mengisi peluang tenaga kerja disekor formal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kita akan mengirim tim dari Indonesia untuk membahas jumlah dan  sistem rekrutmen yang diperlukan. Saat ini sudah 27.000 TKI di Qatar,  5000 diantaranya disektor formal,” katanya saat dihubungi melalui  telepon dari Qatar, kemarin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, pemerintah  melakukan joint working group (JWG) sesuai  dengan amanat nota kesepahaman yang sudah disepakati oleh kedua negara  dengan mengirim seniors officer untuk melakukan pertemuan itu dan juga  menyiapkan tenaga yang dibutuhkan dan salah satu syaratnya mampu  berbahasa Inggris dan Arab.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati),  Rusjdi Basalamah, menegaskan syarat kedua bahasa tersebut sangat  penting, mengingat pengguna jasa di negara itu dari berbagai kebangsaan,  bukan hanya orang Qatar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sekarang, tenaga perawat di Qatar paling banyak dari Filipina,  sedangkan dokter banyak dari Mesir dan Syria, padahal Indonesia mampu  menempatkan perawat ahli dan juga para dokter spesialis,” jelas Rusjdi  yang mengikuti pertemuan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Muhaimin, Menteri Kesehatan Qatar akan mengirim delegasi ke  Indonesia untuk melihat klasifikasi perawat yang ada di Tanah Air sesuai  dengan kebutuhan di negara itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saya berjanji akan melakukan follow up dari hasil pertemuan ini  dengan Meteri Kesehatan di Tanah Air guna mengambil langkah-langkah yang  dibutuhkan,” tukasnya. (tri/B)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-1988197462116053752?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/1988197462116053752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=1988197462116053752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/1988197462116053752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/1988197462116053752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/04/qatar-butuh-banyak-perawat.html' title='Qatar Butuh Banyak Perawat'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S7yh7ImamPI/AAAAAAAAAY8/E7d7JCXCHwE/s72-c/tkw_idul-fitri_di-kbri_singapura130190.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-5832408454138705490</id><published>2010-04-07T18:07:00.001+03:00</published><updated>2010-04-07T18:07:37.799+03:00</updated><title type='text'>Permasalahan TKI di Luar Negeri Akibat Pendidikan Rendah</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;span style='color: rgb(194, 30, 8); font-family: Georgia,Arial;'&gt;&lt;img src='http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S7yfq3V7cZI/AAAAAAAAAY4/V10_Yoo22cQ/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800'/&gt;&lt;br/&gt;Ketua  Umum Himsataki M.Yunus Yamani&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align='justify'&gt;Sekitar 90 persen permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar  negeri berawal dari dalam negeri. Di antaranya akibat pendidikan yang  rendah dan kurang terlatih, kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Jasa TKI  (Himsataki) M. Yunus Yamani. &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Menurutnya, kalangan Perusahaan jasa TKI (PJTKI) menyayangkan sikap  pemerintah yang tidak memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;“Sekitar 90 persen PPJTKI setuju dengan  pelatihan selama 200 jam (21 hari) yang dirancang dengan Ditjen Pembinaan Pelatihan dan  Produktivitas Kemenakertrans. Tapi masih ada 10 persen PJTKI yang  membandel,” kata Yunus.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Namun Yunus menyayangkan, program yang didukung Menakertrans Muhaimin Iskandar tersebut kini mulai goyah. Setiap hari asosiasi PJTKI menerima komplain dari anggota bahwa PJTKI tertentu bisa menempatkan tanpa harus melatih TKI 200 jam.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;“Mereka mendapat rekomendasi penempatan bukan dari pejabat  Kemenakertrans, tetapi dari BNP2TKI,” kata Yunus. Ketika ditanya apakah  dia memiliki bukti, Yunus mengatakan dirinya memiliki setumpuk bukti.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Jika kondisi seperti ini dibiarkan, maka kebijakan sebagus apapun  jika pemerintah tidak sepakat maka tidak banyak yang bisa diperbuat.  Menurut dia, ambiguitas dalam penanganan TKI harus segera diakhiri.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;“Pemerintah harus bersepakat dan tidak saling menjatuhkan program.  Jangan, karena ini program yang disetujui kementerian lalu ditentang,  atau mengeluarkan kebijakan yang berlawanan,” kata Yunus.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; Jika kondisi demikian terus dibiarkan maka TKI dan PJTKI dirugikan.  Nama Indonesia juga akan tercemar karena kasus TKI bermasalah di luar  negeri tak pernah berakhir. “Atau, memang ada yang menginginkan agar  tetap ada TKI bermasalah dan meraih keuntungan dari kondisi demikian,”  kata Yunus&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class='zemanta-pixie'&gt;&lt;img src='http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=bdf11ecd-f8cb-8281-858e-e8a6d88d4342' alt='' class='zemanta-pixie-img'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class='scribefire-powered'&gt;Powered by &lt;a href='http://www.scribefire.com/'&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-5832408454138705490?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/5832408454138705490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=5832408454138705490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/5832408454138705490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/5832408454138705490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/04/permasalahan-tki-di-luar-negeri-akibat.html' title='Permasalahan TKI di Luar Negeri Akibat Pendidikan Rendah'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S7yfq3V7cZI/AAAAAAAAAY4/V10_Yoo22cQ/s72-c/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-8007752498668402848</id><published>2010-04-07T18:01:00.001+03:00</published><updated>2010-04-07T18:01:57.728+03:00</updated><title type='text'>Menakertrans Kunjungi Emirat Arab dan Saudi</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;span style='color: rgb(194, 30, 8); font-family: Georgia,Arial;'&gt;&lt;img src='http://lh5.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S7ydbJpI3SI/AAAAAAAAAY0/sLsnQFbAD90/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800'/&gt;&lt;br/&gt;Bahas  Penempatan TKI&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;JAKARTA (Pos Kota) – Untuk bahas penempatan dan perlindungan bagi  tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri Menteri Tenaga  Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar kunjungi Qatar, Lebanon, Uni  Emirat Arab dan Arab Saudi.&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;“Khusus di Lebanon, saya akan melihat lokasi penampungan  TKI, yang  menampung sejumlah TKI yang ditempatkan secara ilegal. Apalagi kita  belum memiliki perjanjian kerja sama dengan pemerintah Lebanon,” kata  Menakertrans Muhaimin yang berangkat hari ini (Senin,5 April).&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Di Arab Saudi yang paling banyak menerima TKI, Muhaimin berencana  menemui Menteri Tenaga Kerja Arab Saudi untuk membahas penempatan dan  perlindungan TKI.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Menurut data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, pada  Februari-Desember 2009 ada sebanyak 214.824 orang TKI ditempatkan ke  Arab Saudi.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Sementara di  Qatar sudah ditempatkan sekitar 7.535 orang TKI selama  Februari-Desember 2009, lalu di Uni Emirat Arab sudah ditempatkan 28.866 orang TKI dalam periode tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Menakertrans menjelaskan pertemuan dan pembicaraan dengan menteri  tenaga kerja di sejumlah negara penempatan itu diharapkan dapat  memperbaiki sistem penempatan dan perlindungan bagi TKI dalam jangka  panjang.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Indonesia menurutnya harus lebih keras lagi untuk merealisasikan nota kesepahaman dengan negara-negara penempatan, karena hingga kini dari 14 negara yang menerima TKI bekerja, baru sembilan negara yang memiliki  nota kesepahaman bidang ketenagakerjaan.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;“TKI yang bekerja di luar negeri tetap memerlukan perlindungan dan  pemerintah berupaya memberikannya melalui kerja sama diplomatik dan  menempatkan sejumlah atase ketenagakerjaan untuk mengawasi pasar kerja,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class='zemanta-pixie'&gt;&lt;img src='http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=124bf2fa-ac91-821a-be79-3dcb0646692a' alt='' class='zemanta-pixie-img'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class='scribefire-powered'&gt;Powered by &lt;a href='http://www.scribefire.com/'&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-8007752498668402848?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/8007752498668402848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=8007752498668402848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/8007752498668402848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/8007752498668402848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/04/menakertrans-kunjungi-emirat-arab-dan.html' title='Menakertrans Kunjungi Emirat Arab dan Saudi'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S7ydbJpI3SI/AAAAAAAAAY0/sLsnQFbAD90/s72-c/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-3304164078103037200</id><published>2010-04-02T07:59:00.002+03:00</published><updated>2010-04-02T08:00:52.344+03:00</updated><title type='text'>80% Perempuan WNI di Luar Negeri Korban Trafficking</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S7V57Cp5UlI/AAAAAAAAAYs/LUanIT2ZXNU/s1600/ggggggggg.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S7V57Cp5UlI/AAAAAAAAAYs/LUanIT2ZXNU/s320/ggggggggg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455400578861060690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;h5 align="justify"&gt;&lt;span name="advenueINTEXT" id="advenueINTEXT"&gt;&lt;strong&gt;DEPOK&lt;/strong&gt; - Perempuan menjadi korban yang paling besar dari seluruh Warga Negara  Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri sebagai buruh migran.&lt;br /&gt;Setidaknya, 80 persen perempuan menjadi korban perdagangan manusia atau  trafficking dari satu juta penduduk Indonesia yang bekerja di luar  negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya perempuan, bahkan 27 persen anak-anak juga menjadi korban  perdagangan manusia. Hal itu sesuai data yang dikantongi Koalisi  Perempuan Indonesia yang menyatakan perempuan korban perdagangan manusia di luar negeri didominasi oleh buruh migran ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen Demisioner Koalisi Perempuan Indonesia, Masruhah mengatakan, hal  itu terjadi karena berbagai faktor seperti, kemiskinan, krisis global,  serta situasi politik dalam negeri. Kata Masruhah, kondisi tersebut  berimplikasi pada tingginya angka trafficking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena situasi kemiskinan yang luar biasa mendorong tingginya angka  trafficking, dan diperlukan upaya kesejahteraan yang lebih baik,"  ujarnya dalam acara Kongres Nasional III Koalisi Perempuan Indonesia di  Graha Insan Cita, Depok, Jumat (18/12/09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Asisten Deputi Orsospol Kementrian Negara Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak, Laksmi Indiati mengatakan, telah ada  kesepakatan antara Depnakertrans dan Kepolisian untuk menyelesaikan  permasalahan perempuan korban perdagangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah ada MoU, dan kita juga bentuk Badan Pemberdayaan Perempuan serta  Pokja di daerah untuk menangani masalah perdagangan perempuan," ungkap  Laksmi.&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="zemanta-pixie"&gt;&lt;img src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=47dadd0b-86cf-835a-9877-4f2bc90708ba" alt="" class="zemanta-pixie-img" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="scribefire-powered"&gt;Powered by &lt;a href="http://www.scribefire.com/"&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-3304164078103037200?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/3304164078103037200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=3304164078103037200' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/3304164078103037200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/3304164078103037200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/04/80-perempuan-wni-di-luar-negeri-korban.html' title='80% Perempuan WNI di Luar Negeri Korban Trafficking'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S7V57Cp5UlI/AAAAAAAAAYs/LUanIT2ZXNU/s72-c/ggggggggg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-635346947808016987</id><published>2010-03-28T11:32:00.001+03:00</published><updated>2010-03-28T11:32:13.883+03:00</updated><title type='text'>Pengiriman Tenaga Kerja ke Timur Tengah Minta Dihentikan Sementara</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;p align='justify'&gt;			&lt;font color='#666666'&gt;&lt;strong&gt;TEMPO &lt;em&gt;Interaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;, &lt;font color='#666666'&gt;&lt;strong&gt;Surakarta &lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;- Kepala Badan  Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)  Jumhur Hidayat meminta pemerintah melakukan penghentian sementara,  pengiriman tenaga kerja Indonesia ke negara-negara di Timur Tengah. &lt;/p&gt;&lt;p align='justify'&gt;“Kami minta ada moratorium untuk pengiriman TKI ke Timur Tengah untuk  pembenahan sistem yang ada,” tegasnya, saat ditemui wartawan seusai  penandatanganan naskah kerjasama dengan Career Development Center  Universitas Sebelas Maret Surakarta, Kamis (18/3).&lt;br/&gt; &lt;br/&gt; Jumhur  menilai selama ini pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah lebih banyak  nuansa perdagangan manusianya, daripada murni ketenagakerjaan. “Kami  mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara pengiriman TKI selama  3-6 bulan,” katanya. Di negara-negara Timur Tengah dikatakannya ada  sekitar 1,5 juta tenaga kerja Indonesia.&lt;br/&gt; &lt;br/&gt; Jumhur menambahkan,  sudah banyak permintaan dari para duta besar yang bertugas di  negara-negara di Timur Tengah terkait penghentian sementara di atas.  “Terutama untuk pembantu rumah tangga. Untuk negara tujuan, terutama ke  Saudi Arabia,” katanya. &lt;br/&gt; &lt;br/&gt; Dia mengatakan, pangkal dari  permintaan moratorium karena selama puluhan tahun sistem pengiriman  tenaga kerja salah, tapi mapan. Misalnya jual beli sertifikat kesehatan  untuk pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dan sertifikat kelulusan  keterampilan yang direkayasa. “Jadi yang datang ke BLK (balai latihan  kerja) untuk dilatih bukan orangnya. Tapi hanya nama sesuai yang  disodorkan PJTKI,” ucapnya. &lt;br/&gt; &lt;br/&gt; Karena itu, lanjut Jumhur, perlu  ada verifikasi ulang terhadap Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia.  Dia mengaku sudah mengusulkan ke Menteri Tenaga Kerja untuk skorsing  PJTKI bermasalah, namun belum disetujui. “Terakhir kami mengajukan 32  PJTKI karena mereka sudah merugikan TKI. Mereka mengeksploitasi dan  mengambil uang TKI,” katanya.&lt;br/&gt; &lt;br/&gt; Bahkan dia menilai separuh dari  PJTKI yang ada tidak layak untuk mendapat izin operasional karena  bermasalah. “Sekitar 200-an,” jelasnya. Sementara hingga saat ini sudah  ada 22 PJTKI yang dicabut ijinnya karena sejak awal tidak membayar  deposito, yang berarti tidak beroperasi. Dia berharap pemerintah serius  dalam menanggapi permintaan moratorium dan pencabutan ijin operasional  bagi PJTKI bermasalah. &lt;/p&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class='zemanta-pixie'&gt;&lt;img src='http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=e612b6ca-f81d-8ae6-b92f-0842b6c1c963' alt='' class='zemanta-pixie-img'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class='scribefire-powered'&gt;Powered by &lt;a href='http://www.scribefire.com/'&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-635346947808016987?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/635346947808016987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=635346947808016987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/635346947808016987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/635346947808016987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/03/pengiriman-tenaga-kerja-ke-timur-tengah.html' title='Pengiriman Tenaga Kerja ke Timur Tengah Minta Dihentikan Sementara'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-5002586875329200102</id><published>2010-03-28T11:19:00.002+03:00</published><updated>2010-03-28T12:55:00.637+03:00</updated><title type='text'>Jenazah TKI Asal Madiun Tiga Bulan Disimpan di Arab Saudi</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;div class="submitted"&gt; Minggu, 28 Maret 2010 | 14:59 WIB&lt;/div&gt;       &lt;div class="gantiFont"&gt;      &lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;             &lt;div class="artikel"&gt;      &lt;p&gt;    &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;   &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img src="http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S68RBX5HIhI/AAAAAAAAAYo/iQDO7XuWndY/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800" /&gt;TEMPO &lt;em&gt;Interaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, Madiun -    Setelah ditelusuri,  kejelasan TKI asal Madiun, Siti Harniati, 42 tahun, warga Dukuh Sewu,  Desa Kresek, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang meninggal dunia di Arab  Saudi akhirnya terkuak. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan  Transmingrasi (Disnakertrans) Kabupaten Madiun, Suhartanto, jenazah Siti ternyata sudah disimpan di rumah sakit setempat sejak 1 Januari 2010.   &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Jenazahnya sudah disimpan sejak 1 Januari 2010. PJTKI baru menerima kabarnya Maret karena identitasnya  saat ditemukan meninggal belum diketahui,” ujar Suhartanto, di Madiun,  Ahad (28/3). Informasi itu dilansir Suhartanto berdasarkan keterangan  dari faksimili yang dikirim Kementerian Luar Negeri Arab Saudi ke  Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) melalui Kedutaan Besar  Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut faksimili itu,  dugaan sementara, Siti menjadi korban tindak pidana kriminal. “Aparat  kepolisian setempat sudah menyelidiki kasus ini, tapi kami belum tahu  bagaimana kasus kriminalnya,” ujar Suhartanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan,  pada 6 Maret 2010, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab  Saudi baru menerima faksimili dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.  Lalu, pada 15 Maret 2010, PJTKI PT Sapta Saguna baru menerima terusan  faksimili dari KBRI. Selanjutnya, PJTKI baru memberi kabar ke pihak  keluarga korban pada 26 Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami sedang membantu upaya  pemulangan jenazah,” kata Suhartanto. Untuk keperluan itu, pihaknya akan berkordinasi dengan PJTKI yang memberangkatkan almarhumah dan  Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans),  serta  Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt; ISHOMUDDIN&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="zemanta-pixie"&gt;&lt;img src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=9de3e984-821e-81b1-be3a-b1515548d522" alt="" class="zemanta-pixie-img" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="scribefire-powered"&gt;Powered by &lt;a href="http://www.scribefire.com/"&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-5002586875329200102?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/5002586875329200102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=5002586875329200102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/5002586875329200102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/5002586875329200102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/03/besar-kecil-normal-jenazah-tki-asal.html' title='Jenazah TKI Asal Madiun Tiga Bulan Disimpan di Arab Saudi'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S68RBX5HIhI/AAAAAAAAAYo/iQDO7XuWndY/s72-c/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-6417574495877052804</id><published>2010-03-24T05:57:00.001+03:00</published><updated>2010-03-24T05:57:04.402+03:00</updated><title type='text'>Ditelantarkan Majikan di Arab, TKW Terkapar di RS Polri</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;b&gt;&lt;img src='http://lh6.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S6l_bc2LGUI/AAAAAAAAAYg/Obbte4tRdtg/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800'/&gt;NILAH.COM, Jakarta - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah  mungkin yang dirasakan Tenaga Kerja Wanit&lt;/b&gt;&lt;b&gt;a asal Purwokerto bernama Eni  (33). Sudah habis diperas tenaga untuk bekerja di Riyadh, Arab Saudi,  namun mantan majikannya tega tak membayar gajinya selama lima bulan  terakhir.&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Eni yang dipulangkan ke Indonesia akhirnya terlantar tanpa  pertanggungjawaban PT. Amanah Putra Pratama, PJTKI yang  memberangkatkannya. Setibanya di Indonesia Jumat 29 Januari 2010 lalu,  warga Kampung Panembong, Desa Kiarapedes RT &lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;13/04, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwokerto, Jawa Tengah ini  bahkan langsung dilarikan pihak Bandara Soekarno Hatta ke RS Polri  Kramat Jati.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Beruntung, saat perawatan, keluarga pasien lain yang tiba melihatnya  berhasil menghubungi orangtua Eni di kampung melalui nomor telepon  kerabatnya yang tercatat di salah satu dokumen bawaannya. Setelah tiga  hari di rumah sakit, ibu kandung Eni yang bernama Yayah akhirnya datang  menjaganya.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Ditemui wartawan di ruang perawatan Parkit 1 kamar 3 RS Polri,  Jakarta, Selasa (2/2) Eni menjelaskan meski tak mendapat penganiayaan,  namun pembayaran gaji lima bulan terakhir tak dibayarkan sang majikan  dengan alasan menebus biaya pengobatan di sana. &lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;"Saya bekerja selama 10 bulan. Gaji lima bulan tak dibayar. Katanya  buat nebus pengobatan," ucap Eni yang kini mengalami gangguan  pendengaran. &lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Parahnya lagi, selain majikan dan pihak PJTKI yang terkesan  melepaskan tanggung jawab. Pihak imigrasi Bandara Soekarno Hatta pun  menahan paspor ibu tiga anak ini. "Katanya paspor Eni ditahan Imigrasi  Bandara Soekarno Hatta. Tak tahu alasannya apa," ketus Yayah yang setia  menemani anaknya. &lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Dijelaskan dia, dirinya terakhir kali berkomunikasi dengan Eni di  Bulan Oktober lalu. "Biasanya dia selalu kirim uang dua juta rupiah  setiap bulan kepada suaminya untuk biaya ketiga anak mereka. Saat  iparnya datang, saya dapat kabar dia sakit-sakitan dan sudah disuntik  hingga 50 kali," lanjutnya. &lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;"Pihak yayasan yang memberangkatkan Eni&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;juga melepas tanggungjawabnya," sahut Yayah.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Ketika sejumlah wartawan mencoba mengklarifikasi, tak ditemukan  alamat PT Amanah Putra Pratama sesuai alamat yang diberikan. Di Jalan  Pedati Raya no. 26 Jakarta Timur itu diketahui merupakan kantor dua  perusahaan biro perjalanan dan umroh haji. Masing-masing bernama PT  Asyeya Tour &amp;amp; Travel, Umroh &amp;amp; Haji, serta PT Baitussalam Tour  &amp;amp; Travel Umroh &amp;amp; Haji. [jib]&lt;/p&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class='zemanta-pixie'&gt;&lt;img src='http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=7efdf671-640b-8b2b-894b-63c5e1c4da2c' alt='' class='zemanta-pixie-img'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class='scribefire-powered'&gt;Powered by &lt;a href='http://www.scribefire.com/'&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-6417574495877052804?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/6417574495877052804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=6417574495877052804' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/6417574495877052804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/6417574495877052804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/03/ditelantarkan-majikan-di-arab-tkw.html' title='Ditelantarkan Majikan di Arab, TKW Terkapar di RS Polri'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S6l_bc2LGUI/AAAAAAAAAYg/Obbte4tRdtg/s72-c/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-8598755583644677527</id><published>2010-03-21T00:59:00.002+03:00</published><updated>2010-03-21T01:03:44.794+03:00</updated><title type='text'>Jenazah TKI yang Caleg PAN, Dipulangkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S6VF_QLgKII/AAAAAAAAAYQ/636C2zPJNsg/s1600-h/411082.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S6VF_QLgKII/AAAAAAAAAYQ/636C2zPJNsg/s320/411082.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450839876979140738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;INILAH.COM, Arab Saudi - Jenazah Riyadiyanto bin Harjo Winotosuro,  calon legislator Partai Amanat Nasional yang bekerja di Arab Saudi  sebagai buruh migran, akan tiba di Indonesia 23 Maret 2010.&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian disampaikan Staf Subdit Perlindungan TKI, Oscar, di Riyadh,  Arab Saudi. Rencananya, jenazah Riyadiyanto, akan tiba Jumat (20/3).  Namun ditunda menjadi tanggal 23 Maret 2010.&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Direktur Pembinaan Tenaga Kerja Luar Negeri Ditjen Pembinaan dan  Penempatan Tenaga Kerja&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemenakertrans, Iskandar Maula yang akan menjemput jenazah  Riyadiyanto di bandara,” kata Oscar di Riyadh, Sabtu (20/3).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Riyadiyanto adalah warga Desa&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Puger Kulon, RT 02/RW 04, Kecamatan Puger, Jember. Saat Pemilu 2009,  ia mendaftar sebagai caleg untuk DPRD Kabupaten Probolinggo melalui PAN.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun Ruyadiyanto gagal. Sementara, utang seusai pemilu harus  dibayar. Untuk itu, Riyadiyanto yang baru berusia 33 tahun bekerja ke  Arab Saudi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bersama istri, Halim Mahfurotin, ia menemui seorang tekong bernama  Latifah, yang tinggal di Madiun. Kebetulan, Latifah kenalan Mahfurotin. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disepakati suami-istri itu bakal berangkat secara resmi melalui PT  Kemuning Bunga Sejati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesampainya di Jakarta, ternyata hanya Riyadiyanto yang bisa  berangkat ke Arab&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudi. Istrinya gagal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Saudi, Riyadiyanto bekerja sebagai sopir. Di Mekkah, ia memperoleh  majikan bernama Salim Hamid Al-Harbi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu semua berjalan normal, hingga terdengar kabar pada 3  Februari 2010, Riyadiyanto meninggal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut hasil otopsi dokter di Arab Saudi, Riyadiyanto terkena gagal  sirkulasi darah dan gagal jantung. Jenazahnya selama ini disimpan di  Rumah Sakit King Faisal.[*/ims]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-8598755583644677527?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/8598755583644677527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=8598755583644677527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/8598755583644677527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/8598755583644677527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/03/jenazah-tki-yang-caleg-pan-dipulangkan.html' title='Jenazah TKI yang Caleg PAN, Dipulangkan'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/S6VF_QLgKII/AAAAAAAAAYQ/636C2zPJNsg/s72-c/411082.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-6158335447133746346</id><published>2010-03-17T18:18:00.001+03:00</published><updated>2010-03-17T18:18:22.104+03:00</updated><title type='text'>TKI Asal Sukabumi Tewas Disiksa Majikan di Arab Saudi</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;p align='justify'&gt;&lt;img src='http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S6DyEevJLeI/AAAAAAAAAN0/w2LARNgwbl0/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800'/&gt;SUKABUMI--Penyiksaan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI), kembali  terjadi, kini menimpa warga Kampung Ciputat Hilir RT 20/RW 04, Desa  Puncak Manggis, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,  Supiani (37) yang meninggal dunia akibat disiksa oleh majikannya di  Riyadh, Arab Saudi.Informasi yang diperoleh ANTARA, Rabu, menyebutkan,  kabar tentang kematian korban Supiani sempat membuat histeris keluarga  korban. Apalagi, sebelum meninggal dunia korban kerap mendapatkan  penyiksaan oleh keluarga majikannya, Salim Abdul Rahman.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Anak laki-laki dari pasangan Ajudin dan Sakroyah itu berangkat ke  Riyadh untuk bekerja sebagai sopir di keluarga Salim Abdul Rahman itu  sejak delapan bulan yang lalu melalui Perusahaan Jasa Tenega Kerja  Indonesia (PJTKI) PT Bajri Putra Mandiri di Jalan Bungur Kampung  Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Korban yang telah dikarunia dua anak itu, sempat berbaring sakit dan  ingin secepatnya dipulangkan. Namun adik majikannya, Ibrahim tidak  bersedia memulangkan dengan alasan kontrak kerjanya belum selesai karena korban dikontrak kerja selama dua tahun.&lt;br/&gt;Adik korban, Eli (30), mengatakan, kepastian kematian korban diterima  oleh keluarga dari rekan-rekan korban sesama sopir di Arab Saudi.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;"Mereka mengatakan korban seringkali sakit karena jarang diberi  makan. Karena kondisi yang sakit, kerja supiani menjadi tidak maksimal  dan kerap mendapatkan siksaan dari adik majikannya, Ibrahim," katanya.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Para rekan korban baru mengetahui Supiani meninggal ketika di kamar  korban tercium bau tak sedap dan di kediaman majikannya terdapat  ambulance serta mobil polisi setempat pada Minggu (14/3) lalu."Namun,  kami baru memperoleh kabar kematiannya pada Selasa (16/3) lalu. Jerit  tangis keluarga tak terbendung mendengar kabar tersebut," katanya.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Keluarga meminta jasad korban segera dipulangkan ke kediamannya  karena hingga Rabu siang belum ada keterangan dari PJTKI, bahkan  keluarga majikan tak bisa dihubungi.&lt;br/&gt;"Pihak PJTKI tak merespon ketika keluarga menceritakan kondisi korban  saat-saat terakhir hidupnya," katanya.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Eli menambahkan, pihaknya sangat menyesalkan pihak terkait dan Dinas  Tenaga Kerja dan Transmgrasi (Disnaketrans) Kabupaten Sukabumi tidak  segera membantunya, padahal masalah itu sudah diinformasikan sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class='zemanta-pixie'&gt;&lt;img src='http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=ccd8aae2-44ed-8e9e-afe3-0c1c02a76675' alt='' class='zemanta-pixie-img'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class='scribefire-powered'&gt;Powered by &lt;a href='http://www.scribefire.com/'&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-6158335447133746346?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/6158335447133746346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=6158335447133746346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/6158335447133746346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/6158335447133746346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/03/tki-asal-sukabumi-tewas-disiksa-majikan.html' title='TKI Asal Sukabumi Tewas Disiksa Majikan di Arab Saudi'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_VYF-h1nu0_c/S6DyEevJLeI/AAAAAAAAAN0/w2LARNgwbl0/s72-c/%5BUNSET%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9150206083822967439.post-7434492553273645530</id><published>2010-03-17T03:07:00.001+03:00</published><updated>2010-03-17T03:07:15.319+03:00</updated><title type='text'>Jenazah TKI Jember Terkatung-katung di Arab Saudi</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;p align='justify'&gt;JEMBER--Jenazah Riadiyanto, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal  Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih terkatung-katung di Arab Saudi sejak Februari lalu.Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Disnakertrans) Jember, Muhammad Thamrin, Rabu, mengatakan pihaknya  masih melakukan koordinasi dengan KBRI di Arab Saudi.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;"Tapi, hingga kini, kami belum dapat informasi tentang kepastian  pemulangan jenazah Riadiyanto," katanya kepada ANTARA di  Jember.Riadiyanto, TKI asal Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember meninggal dunia di Arab Saudi pada 3 Februari lalu, setelah  beberapa bulan bekerja di salah satu perusahaan di wilayah setempat.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Almarhum meninggal karena serangan jantung dan nyawanya tidak bisa  diselamatkan oleh rumah sakit setempat.Menurut dia, jenazah Riadiyanto  sudah 1,5 bulan berada di Arab Saudi, namun hingga pertengahan Maret  belum ada kabar tentang pemulangan jenazah yang bersangkutan.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;"Seluruh dokumen TKI Riadiyanto dan surat permohonan pemulangan  jenazah dari keluarga sudah disampaikan ke Badan Nasional Penempatan  Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Jakarta," katanya.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Disnakertrans Jember, katanya, sudah berusaha semaksimal mungkin  untuk memfasilitasi pemulangan jenazah Riadiyanto."Saya mengimbau kepada keluarga almarhum tetap bersabar untuk menunggu proses pemulangan  jenazah dari Arab Saudi," katanya.&lt;/p&gt;&lt;div align='justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align='justify'&gt;Ia mengemukakan TKI asal Desa Puger tersebut merupakan TKI ilegal  karena tidak berangkat melalui Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja  Indonesia Swasta (PPTIS) resmi di Jember. "Riadiyanto berangkat ke Arab  Saudi melalui PPTKIS di Jakarta, padahal sesuai dengan aturan seharusnya TKI asal Jember berangkat melalui PPTKIS resmi di Jember," katanya.&lt;/p&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class='zemanta-pixie'&gt;&lt;img src='http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=af8758ab-4372-8d8d-a0b8-f5e0f74d0507' alt='' class='zemanta-pixie-img'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class='scribefire-powered'&gt;Powered by &lt;a href='http://www.scribefire.com/'&gt;ScribeFire&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9150206083822967439-7434492553273645530?l=www.tkwsaudi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/feeds/7434492553273645530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9150206083822967439&amp;postID=7434492553273645530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/7434492553273645530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9150206083822967439/posts/default/7434492553273645530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tkwsaudi.co.cc/2010/03/jenazah-tki-jember-terkatung-katung-di.html' title='Jenazah TKI Jember Terkatung-katung di Arab Saudi'/><author><name>wongbulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04786108445761321800</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_VYF-h1nu0_c/SaGzugcSHsI/AAAAAAAAAAY/2oO-HpOmzPU/S220/mkn.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
